
KUTAI TIMUR, kaltimnusantara.com – Pembahasan rencana pembangunan Kutai Timur kembali menempatkan Kecamatan Sandaran di garis depan perhatian. Anggota DPRD Kutim Komisi D, Akhmad Sulaiman, menegaskan bahwa wilayah tersebut perlu mendapatkan porsi anggaran multi-years yang signifikan mengingat posisinya sebagai salah satu kecamatan yang masih tertinggal.
Dalam rapat bersama pemerintah daerah, Akhmad menyampaikan bahwa kebutuhan infrastruktur Sandaran tidak bisa ditunda lagi. Akses jalan yang menghubungkan permukiman dari Tanjung Mangkalihat hingga Tanjung Manis disebutnya sebagai prioritas utama yang harus dibenahi melalui skema anggaran berjangka panjang.
“Kecamatan Sandaran ini kan kecamatan yang tertinggal sekarang ini. Jadi kami berharap anggaran multi-years mesti harus besar ke sana,” ujar Akhmad dalam keterangan usai rapat.
Ia menambahkan bahwa aspirasi masyarakat setempat akhirnya mendapat respons positif dari pemerintah. Menurutnya, sebagian besar usulan dari warga maupun tokoh masyarakat yang berkaitan dengan konektivitas wilayah kini telah masuk dalam rencana pemerintah.
“Hampir semua usulan-usulan dari aspirasi masyarakat, kemudian masukan-masukan dari tokoh tentang konektivitas di sana, jalannya, alhamdulillah sudah masuk. Artinya sudah 90 persen lah masuk. Mulai dari Tanjung Mangkalihat sampai ke ujungnya itu, Tanjung Manis,” katanya.
Pemerintah daerah sebelumnya memang menargetkan perbaikan akses jalan pesisir dalam beberapa tahun ke depan, namun penyelesaiannya membutuhkan alokasi anggaran jangka panjang yang stabil. Pembangunan ruas jalan di wilayah pesisir ini dihadapkan pada tantangan kontur, jarak tempuh, serta biaya konstruksi yang lebih tinggi dibanding kawasan perkotaan.
Akhmad menyebut bahwa tanpa skema multi-years yang memadai, pembangunan di Sandaran berisiko kembali tersendat. Ia menilai bahwa komitmen pemerintah untuk memasukkan usulan masyarakat sudah langkah awal yang baik, tetapi keberhasilan di lapangan tetap bergantung pada konsistensi penganggaran.
Keterisolasian Sandaran selama ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari distribusi logistik hingga akses layanan dasar. Infrastruktur jalan yang terhubung dari ujung Mangkalihat hingga Tanjung Manis dipandang sebagai kunci membuka potensi ekonomi pesisir serta mempermudah mobilitas masyarakat.
DPRD, melalui Komisi D, berjanji akan terus mengawasi proses perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek ini agar tidak hanya berhenti pada tahap wacana. Akhmad menegaskan bahwa percepatan pembangunan di Sandaran bukan sekadar tuntutan politis, tetapi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang selama ini menunggu perhatian serius.
Dengan sebagian besar usulan telah masuk dalam daftar rencana pembangunan, Sandaran kini berada di persimpangan penting. Realisasi program multi-years dalam beberapa tahun mendatang akan menentukan apakah wilayah ini benar-benar mampu keluar dari ketertinggalannya.(Adv)