
SAMARINDA – Kemajuan teknologi digital yang berlangsung cepat saat ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda, terutama di Kalimantan Timur (Kaltim). Mengantisipasi hal itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mengajak kalangan pemuda untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Analis Kebijakan Ahli Muda dari Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara menyampaikan bahwa penggunaan teknologi tidak seharusnya menjebak anak muda dalam pola konsumtif dan distraksi negatif, melainkan harus menjadi pintu menuju kemajuan pribadi dan sosial.
“Teknologi bersifat netral. Pengaruhnya, baik atau buruk, ditentukan oleh cara kita menggunakannya. Karena itu, generasi muda di Kaltim harus mulai menyeleksi informasi dan mengembangkan sikap kritis dalam berinteraksi di dunia digital,” ucap Hasbar, Jum’at (6/6/2025).
Ia menyebutkan, dalam konteks Kalimantan Timur yang kini menyandang status strategis sebagai lokasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), pemuda memiliki peluang besar menjadi penggerak pembangunan berbasis teknologi dan inovasi digital.
“Kita jangan hanya jadi penonton. Justru pemuda Kaltim harus ambil peran. Entah itu melalui teknologi pendidikan, bisnis rintisan, maupun kreativitas digital. Ruangnya sangat terbuka,” tambahnya.
Hasbar menekankan pentingnya pergeseran mindset dalam menyikapi digitalisasi. Pemanfaatan teknologi sebaiknya diarahkan untuk mendukung pengembangan keterampilan, pembentukan ide segar, serta menciptakan solusi untuk persoalan nyata di lingkungan masyarakat.
“Dengan internet dan perangkat yang tersedia sekarang, siapa pun bisa belajar mandiri, membangun usaha, bahkan menginspirasi perubahan di komunitasnya,” tuturnya.
Dispora Kaltim sendiri terus memperkuat upaya pendampingan dan edukasi kepada generasi muda melalui berbagai pelatihan seperti pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, hingga pengenalan alat-alat daring untuk menunjang produktivitas.
“Program pelatihan akan terus kami kembangkan. Kami ingin anak-anak muda Kaltim tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tapi juga mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai dari situ,” terang Hasbar.
Menutup pernyataannya, ia mengajak pemuda Kaltim untuk lebih aktif dan adaptif menghadapi dinamika zaman. Menurutnya, tantangan digital bukan untuk ditakuti, tetapi dihadapi dengan kesiapan dan strategi.
“Kalau tidak mau tertinggal, kita harus mulai sekarang. Sudah saatnya pemuda Kaltim jadi generasi yang cakap digital, punya daya saing, dan mampu memberi kontribusi nyata,” pungkasnya. (Adv)