Home Advedtorial Dari Rumah ke Forum: Kutim Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah

Dari Rumah ke Forum: Kutim Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Bank Sampah

KUTAI TIMUR – Gerakan perubahan lingkungan tak selalu dimulai dari kebijakan besar. Di Kutai Timur (Kutim), langkah kecil seperti memilah plastik di dapur justru menjadi fondasi perubahan. Inilah semangat yang diangkat dalam Forum Komunikasi Bank Sampah se-Kaltim 2025 yang berlangsung di Ruang Meranti, Setkab Kutim.

Pertemuan itu diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur bersama DLH Kutim. Tujuannya: memperkuat sinergi antar-daerah dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berbasis edukasi masyarakat dan berorientasi ekonomi sirkular.

Bank sampah, bagi banyak warga, telah menjadi sekolah informal tentang disiplin lingkungan. Melalui sistem tabungan sampah, masyarakat belajar memilah, menabung, dan menukar sampah menjadi nilai ekonomi. Anak-anak menyaksikan orang tuanya menabung botol dan kardus, bukan sekadar membuangnya ke tempat sampah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kutim, Sugio, menilai kesadaran ini merupakan perubahan kultural penting. “Edukasi lingkungan tumbuh dari partisipasi,” ujarnya dalam forum itu. Menurutnya, semakin banyak rumah tangga yang aktif, semakin ringan beban TPA dan semakin besar peluang menciptakan ekonomi baru dari bahan sisa.

Dalam forum yang dihadiri penggerak bank sampah dari berbagai daerah itu, juga hadir sejumlah narasumber seperti Direktur Bank Sampah Unit Mandiri Cilacap dan pelaku inovasi digital dari Duitin. Mereka berbagi praktik terbaik tentang bagaimana bank sampah bisa dikelola profesional dan mandiri.

Selain membahas strategi pengelolaan, forum ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian Forum Bank Sampah Kaltim yang berdiri sejak 2021. Empat tahun berjalan, hasilnya mulai terlihat: pengurangan volume sampah, peningkatan daur ulang, dan tumbuhnya wirausaha hijau di berbagai wilayah. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Exit mobile version