Home Advedtorial Dispora Kaltim Rancang Pusat Latihan Mahasiswa, Jembatani Karier Atlet Pascapelajar

Dispora Kaltim Rancang Pusat Latihan Mahasiswa, Jembatani Karier Atlet Pascapelajar

Samarinda – Dalam upaya memperluas jangkauan pembinaan atlet berprestasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menyiapkan skema baru yang menyasar kalangan mahasiswa. Program ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada 2026 dengan nama Pemusatan Latihan Mahasiswa (PPLM).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk memastikan para atlet muda tidak kehilangan momentum ketika memasuki dunia perguruan tinggi.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading menjelaskan bahwa selama ini banyak atlet lulusan SMA maupun alumni lembaga pendidikan olahraga seperti SKOI dan SPOPDA yang masih memiliki potensi tinggi, namun tidak terakomodasi secara sistematis saat melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas.

“Pascakelulusan, mereka tidak boleh putus latihan. Justru di usia ini mereka berada pada titik potensial untuk mencapai puncak prestasi. Program PPLM hadir untuk menjaga kesinambungan itu,” ungkap Rasman, Jum’at (30/5/2025).

Berbeda dari pendekatan pelatihan di level pelajar, PPLM akan memfokuskan pola pembinaan berbasis mahasiswa, di mana atlet tetap bisa menjalani perkuliahan sambil mengikuti program latihan intensif yang terstruktur.

Ia menyebut bahwa formula idealnya adalah 70 persen untuk latihan dan kompetisi, 30 persen untuk kuliah.

“Untuk mendukung pola ini, kami membangun kolaborasi dengan kampus-kampus yang memiliki program studi olahraga. Harapannya, kurikulum mereka bisa menyesuaikan kebutuhan atlet tanpa mengorbankan kualitas akademik maupun latihan,” jelasnya.

Sejumlah institusi pendidikan seperti Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Kaltim telah masuk dalam daftar mitra potensial. Meskipun kerja sama ini masih dalam tahap awal penjajakan, Dispora membuka peluang bagi semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Kami tidak mempersoalkan status kampus, selama mereka bersedia bekerja sama dan memiliki jurusan olahraga yang relevan. Fokus utama kami adalah membuka akses latihan yang berkesinambungan,” tambah Rasman.

Agar program ini berjalan optimal, Dispora Kaltim berharap alokasi anggaran PPLM mendapat dukungan penuh dalam APBD 2026. Pasalnya, usia 20-an tahun sering kali menjadi periode emas seorang atlet dalam meraih prestasi maksimal, termasuk dalam ajang sekelas PON maupun Pelatnas.

“Kalau pembinaan berhenti di SMA, kita kehilangan fase paling penting. Justru di usia mahasiswa, banyak atlet berada di level siap tempur. Maka dari itu, kesinambungan pembinaan mutlak diperlukan,” tutupnya. (Adv)

Exit mobile version