
Samarinda – Upaya pembangunan olahraga di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali dikuatkan lewat forum koordinasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan bidang kepemudaan dan keolahragaan se-Kaltim. Pertemuan ini berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama dua hari, 26 hingga 27 Mei 2025.
Dalam forum tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menegaskan pentingnya peta peran yang jelas antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam sistem pembinaan atlet berdasarkan kelompok usia.
Menurut Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Rasman Rading, pembinaan tingkat dasar menjadi tugas utama pemerintah daerah. Sementara provinsi mengambil alih pembinaan mulai jenjang pendidikan menengah hingga ke tingkat profesional.
“Pembinaan dari tingkat SD hingga SMP merupakan ranah kabupaten dan kota. Provinsi hadir untuk menopang proses itu di level yang lebih tinggi, seperti SMA dan jenjang kompetisi nasional,” jelas Rasman, Sabtu (31/5/2025).
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar ajang tatap muka formal, melainkan langkah konkret menyelaraskan program agar tidak terjadi tumpang tindih agenda latihan maupun kejuaraan.
Rasman mencontohkan pentingnya pembagian peran yang tepat. Jika daerah sudah menggelar kejuaraan untuk pelajar tingkat SMP, maka provinsi akan memfokuskan pembinaan untuk siswa SMA dan kategori usia remaja atas.
“Kalau pola ini tidak diatur secara sinkron, pembinaan bisa terfragmentasi. Padahal atlet-atlet kita saat berlaga di ajang seperti Porprov berasal dari sistem pembinaan daerah,” paparnya.
Dalam forum tersebut, Dispora Kaltim juga menyoroti lemahnya inisiatif dari sebagian kabupaten/kota dalam menyelenggarakan kompetisi usia dini yang konsisten. Padahal, menurut Rasman, ajang lokal berperan besar dalam mendeteksi talenta dan membentuk karakter atlet sejak usia belia.
“Kami ingin pertemuan ini menjadi pemantik. Harapannya, daerah mulai lebih aktif menghidupkan kegiatan olahraga dari usia sekolah, meski dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa olahraga bukan hanya soal medali, tapi juga pendidikan karakter, semangat sportivitas, dan disiplin yang tumbuh melalui kompetisi sehat sejak kecil.
Dispora Kaltim berharap penyelarasan program antara tingkatan wilayah ini dapat memperkuat ekosistem olahraga secara menyeluruh. Dengan fondasi pembinaan yang tertata rapi dari bawah, maka mimpi melahirkan atlet berprestasi tingkat nasional hingga internasional bukan hal mustahil.
“Kami ingin program daerah dan provinsi berjalan berdampingan, tidak saling bertubrukan. Tujuan akhirnya, tentu demi kemajuan olahraga Kaltim secara menyeluruh,” tutupnya. (Adv)