Home Advedtorial Dorong Ekosistem Halal, Kaltim Mantapkan Langkah Menuju Pusat Ekonomi Syariah Regional

Dorong Ekosistem Halal, Kaltim Mantapkan Langkah Menuju Pusat Ekonomi Syariah Regional

SAMARINDA — Upaya Kalimantan Timur dalam membangun fondasi ekonomi syariah yang kuat kembali mendapat momentum.

Melalui perhelatan berskala regional, pemerintah provinsi menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan sektor publik untuk menciptakan ekosistem halal yang tangguh dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi berbasis syariah bukan hanya soal tren, melainkan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan ketahanan ekonomi daerah.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pertumbuhan sektor halal mampu menciptakan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya pelaku UMKM.

“Potensi sektor halal di Kaltim sangat besar, tapi tidak akan optimal tanpa sinergi. Kita perlu kerja sama konkret, bukan hanya seremoni. Apalagi UMKM kita semakin banyak yang ingin naik kelas melalui sertifikasi halal,”tegasnya pada Minggu (25/5/2025).

Dalam konteks ini, Kaltim tidak hanya mengejar target ekonomi semata, tetapi juga ingin memastikan transformasi sistemik, termasuk melalui pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha agar memenuhi standar industri halal.

Menurut Seno, pendampingan intensif dan akses pembiayaan berbasis syariah menjadi dua hal penting yang terus diperkuat pemerintah daerah bersama mitra strategis seperti Bank Indonesia dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).

Pemerintah Provinsi melihat festival ekonomi syariah bukan sekadar perhelatan rutin, tetapi sebagai instrumen strategis dalam memperkuat literasi publik serta membuka ruang kolaboratif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga berfungsi sebagai etalase inovasi dan promosi produk halal lokal yang bersaing di pasar domestik maupun global.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa ekonomi syariah bukan eksklusif untuk kelompok tertentu, melainkan peluang inklusif untuk semua pihak yang ingin membangun ekonomi berbasis nilai dan keberlanjutan,”kata Seno Aji.

Dengan potensi demografis, kekuatan UMKM, serta dorongan kebijakan yang progresif, Kaltim disebut siap mengambil peran lebih besar dalam peta ekonomi syariah nasional.

Festival halal yang digelar secara konsisten pun menjadi medium konsolidasi arah dan strategi pembangunan ekonomi berbasis syariah di wilayah timur Indonesia.

Visi besar ini sejalan dengan target jangka panjang untuk menjadikan Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi halal yang kompetitif secara nasional dan regional.

Pemerintah daerah menilai bahwa stabilitas ekonomi daerah tidak hanya dibangun dari sektor industri besar, tetapi juga dari ketahanan ekonomi mikro yang kokoh dan berlandaskan nilai.
(adv/diskominfokaltim).

Exit mobile version