Home Advedtorial Dorong Terobosan Pariwisata, Rusdi Minta Samarinda Tak Bergantung pada Satu Destinasi

Dorong Terobosan Pariwisata, Rusdi Minta Samarinda Tak Bergantung pada Satu Destinasi

SAMARINDA – Pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda dinilai membutuhkan terobosan baru agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. DPRD Kota Samarinda mengingatkan pemerintah tidak bergantung pada satu destinasi wisata, tetapi mulai memperkuat pengembangan objek wisata baru berbasis budaya dan potensi lokal yang didukung dengan alokasi anggaran memadai.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam pengembangan sektor pariwisata. Akibatnya, sebagian besar program yang dijalankan masih bersifat rutin dan belum mampu menghadirkan destinasi baru yang memiliki daya saing.

“Kalau dukungan anggarannya masih terbatas, tentu akan sulit melahirkan destinasi wisata baru yang benar-benar menarik. Akhirnya program yang berjalan hanya sebatas rutinitas dan belum mampu mendorong kemajuan sektor pariwisata,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Rusdi, pembangunan destinasi wisata tidak hanya membutuhkan promosi, tetapi juga investasi pada infrastruktur, fasilitas penunjang, hingga pengemasan kawasan wisata yang mampu menarik minat pengunjung. Karena itu, ia menilai sektor pariwisata layak mendapat perhatian lebih dalam penyusunan anggaran daerah.

Ia mengakui Samarinda memiliki keterbatasan potensi wisata alam dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Namun, kondisi tersebut justru harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk lebih kreatif mengembangkan potensi lokal yang dapat menjadi identitas kota.

Rusdi menilai kehadiran Teras Samarinda berhasil menjadi ikon wisata baru, tetapi belum cukup untuk menopang industri pariwisata secara berkelanjutan. Menurutnya, semakin banyak pilihan destinasi yang tersedia, semakin besar pula peluang wisatawan bertahan lebih lama di Kota Tepian.

“Jangan sampai orang datang ke Samarinda hanya mengunjungi Teras Samarinda lalu pulang. Kita harus memiliki lebih banyak destinasi agar wisatawan punya alasan untuk tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di Samarinda,” katanya.

Sebagai alternatif, Rusdi mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis seni, budaya, dan kearifan lokal. Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar adalah Desa Budaya Pampang, yang menurutnya dapat dikembangkan melalui penyelenggaraan pertunjukan budaya secara lebih rutin sehingga dapat dinikmati wisatawan di luar jadwal reguler.

Ia juga meminta pemerintah memperjelas model pengelolaan Desa Budaya Pampang, baik melalui penguatan peran masyarakat adat maupun kerja sama dengan investor. Kejelasan arah pengelolaan tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat menentukan bentuk dukungan yang tepat, mulai dari pembangunan infrastruktur, promosi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Dengan konsep pengelolaan yang jelas, pemerintah akan lebih mudah menentukan kebijakan sehingga potensi wisata budaya bisa berkembang lebih maksimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Exit mobile version