
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tetap menerapkan pembatasan jumlah gerai waralaba nasional seperti Indomaret dan Alfamidi sebagai langkah menjaga keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di tengah meningkatnya minat investasi sektor ritel modern.
Jabatan Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Idrus, menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan antara masuknya investasi dan perlindungan terhadap pelaku usaha daerah.
Menurut dia, Bontang menjadi salah satu daerah yang cukup diminati investor ritel karena pertumbuhan ekonomi yang ditopang keberadaan sejumlah perusahaan besar. Karena itu, pemerintah perlu mengatur jumlah gerai modern agar tidak berkembang tanpa kendali.
“Minat investor untuk membuka gerai modern di Bontang cukup tinggi. Makanya pemerintah melakukan pengaturan kuota supaya keberadaan usaha lokal tetap bisa berkembang dan tidak tersisih,” ujarnya, Rabu (10/5/2026).
Saat ini, kuota gerai modern ditetapkan sebanyak tujuh unit di Kecamatan Bontang Utara, enam unit di Bontang Selatan, dan empat unit di Bontang Barat. Namun, pemerintah masih membuka kemungkinan melakukan penyesuaian kuota sesuai kebutuhan dan perkembangan wilayah.
Idrus mengungkapkan Bontang Utara menjadi kawasan yang paling berpotensi mendapat tambahan kuota karena memiliki jumlah penduduk lebih besar dibanding kecamatan lainnya. Beberapa lokasi yang masuk dalam pertimbangan antara lain kawasan Loktuan dan Bontang Kuala.
“Evaluasi tetap dilakukan. Kalau memang kebutuhan masyarakat meningkat dan masih memungkinkan, penambahan kuota bisa saja dipertimbangkan,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Bontang masih memberi ruang bagi ritel lokal untuk berkembang. Salah satunya Eramart yang dinilai berbeda dengan waralaba nasional karena berasal dari daerah dan masih memenuhi ketentuan usaha lokal.
“Selama operasional dan jumlah gerainya masih sesuai aturan yang berlaku, usaha seperti Eramart tetap masuk dalam kategori usaha daerah yang bisa berkembang di Bontang,” jelasnya.
Selain pembatasan kuota, tingginya nilai investasi juga menjadi tantangan bagi calon investor yang ingin membuka gerai waralaba nasional. Idrus menyebut pembukaan franchise Indomaret membutuhkan modal awal yang tidak sedikit, termasuk kewajiban menyediakan deposit ratusan juta rupiah.
“Harapannya perkembangan ritel modern tetap berjalan tanpa mengurangi kesempatan pelaku usaha lokal,” tukasnya.