
Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi melepas ekspor rumput laut ke India yang dilakukan oleh PT Borneo Ocean Nauly. Pelepasan ditandai dengan keberangkatan truk pengangkut dari halaman parkir Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, Jumat (29/8) pagi.
Ekspor perdana ini melibatkan volume sebesar 15 ton dengan nilai mencapai USD 2.600. Proses pelepasan turut disaksikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Lukman, Plt. Kepala DKUMPP, Asdar Ibrahim, perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Bontang, perwakilan KSOP Bontang, serta pimpinan PT Borneo Ocean Nauly, Hardis Kristian.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa pelepasan ekspor ini merupakan bukti nyata potensi kelautan Bontang, khususnya sektor budidaya rumput laut, yang telah memiliki daya saing global.
“Pelepasan ekspor hari ini merupakan realita potensi kelautan yang ada di Kota Bontang, khususnya dari sektor budidaya komoditas rumput laut yang memiliki nilai strategis. Produk unggulan daerah ini telah melewati proses panjang, mulai dari pembudidayaan, pengolahan, hingga memenuhi standar ekspor untuk tujuan India,” ujar Agus Haris.
“Pelepasan ekspor hari ini merupakan realita potensi kelautan yang ada di Kota Bontang, khususnya dari sektor budidaya komoditas rumput laut yang memiliki nilai strategis. Produk unggulan daerah ini telah melewati proses panjang, mulai dari pembudidayaan, pengolahan, hingga memenuhi standar ekspor untuk tujuan India,” ujar Agus Haris.
Atas capaian tersebut, Wawali menyampaikan apresiasi kepada PT Borneo Ocean Nauly yang berhasil memasarkan produk rumput laut Bontang hingga ke luar negeri. Menurutnya, langkah ini bukan hanya keberhasilan sesaat, tetapi juga membuka jalan menuju kesinambungan dan keberlanjutan ekspor.
Pemerintah Kota Bontang, lanjut Agus Haris, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan ekspor melalui perbaikan perizinan, penyediaan infrastruktur, serta pembinaan kualitas produk. Bahkan, Pemkot menargetkan agar kegiatan ekspor ke depan tidak hanya berhenti pada bahan mentah, melainkan bergerak menuju hilirisasi dengan peningkatan nilai tambah.
Agus Haris berharap keberhasilan ekspor ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk berani menembus pasar internasional.
“Mari kita jadikan Kota Bontang bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat ekspor komoditas rumput laut yang kompetitif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Di sisi lain, pimpinan PT Borneo Ocean Nauly, Hardis Kristian, menjelaskan bahwa sebelum memilih Bontang, pihaknya pernah membudidayakan rumput laut di Balikpapan dan Samboja. Namun, kondisi laut yang tidak sehat menyebabkan kegagalan panen.
“Perairan Bontang relatif lebih sehat, sehingga budidaya rumput laut di sini lebih berhasil. Meski demikian, masih ada beberapa titik yang perairannya berminyak, dan ini menjadi kendala tumbuh kembangnya rumput laut,” ungkap Hardis. (*)