
KUKAR – Erau Adat Kutai Kartanegara (Kukar) bakal kembali diajukan untuk masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027. Selain Erau, sejumlah event lain di Kukar juga berpeluang diajukan dalam kurasi Kementerian Pariwisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan Erau merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan di Kukar.
Karena itu, lanjut dia, pihaknya menilai event tersebut memiliki potensi untuk kembali masuk dalam daftar KEN.
“Makanya kami kembali daftarkan Erau tahun 2027 untuk masuk KEN lagi. Di luar budaya, ada juga event-event nanti yang akan kita daftarkan,” ucap Awang, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, proses pengajuan event ke KEN tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap kegiatan harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dalam proses kurasi.
Awang bilang, Erau memiliki modal penting karena telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda. Status tersebut menjadi aspek yang mendukung keberadaan Erau sebagai agenda budaya yang memiliki nilai untuk dipromosikan secara lebih luas.
“Sehingga memang punya nilai budaya yang kuat. Tetapi tetap ada persyaratan lain yang harus kami lengkapi untuk mengikuti proses kurasi KEN,” katanya.
Sementara untuk event lain di luar Erau, Awang menyebut Dispar Kukar masih melakukan pendataan dan pemetaan terhadap berbagai kegiatan yang dinilai memiliki potensi untuk diajukan ke Kementerian Pariwisata.
“Yang pasti itu ada di bidang promosi. Saya belum dapat update yang mana nanti kita,” ujarnya.
Awang menambahkan, tidak seluruh kegiatan dapat langsung diajukan ke dalam KEN karena terdapat ketentuan dan indikator tertentu yang harus dipenuhi.
Oleh sebab itu, kata dia, kegiatan yang belum memenuhi persyaratan masih perlu dipersiapkan sebelum masuk dalam proses pengajuan.
Di sisi lain, Awang mengatakan Dispar Kukar masih melengkapi sejumlah data pendukung untuk pengajuan Erau 2027. Data tersebut diperlukan untuk menggambarkan dampak pelaksanaan event terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Pengumpulan data dilakukan setelah rangkaian Erau berakhir, antara lain mencakup jumlah kunjungan wisatawan, keterlibatan pelaku UMKM, serta aktivitas ekonomi yang berlangsung selama perhelatan.
“Batas waktu kemarin 25 September, tetapi kita minta spare waktu lagi karena harus mengambil data di akhir Erau. Sehari dua ini kita harapkan data kunjungan wisatawan, data UMKM yang terlibat, serta perputaran uang sudah kita dapatkan,” pungkasnya. (Adv)