
SAMARINDA — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait longsor yang terjadi di KM 16, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara.
Insiden tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di sekitarnya.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung menjalin komunikasi dengan PT Indomining selaku perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Lokasi longsor berada pada titik yang sebelumnya juga mengalami kejadian serupa. Bahkan sebelum jalur alternatif sepanjang 600 meter dibangun, kami telah memperkirakan potensi longsor susulan,”ungkap Bambang pada Jumat (13/6/2025).
Dalam pertemuan terakhir bersama warga dan pemangku kepentingan setempat, lanjut Bambang, masyarakat mengusulkan agar jalan alternatif diperkuat dengan konstruksi rigid, serta jalan lama ditutup secara permanen jika terjadi longsor kembali.
Dinas ESDM juga telah menyampaikan instruksi resmi kepada PT Indomining untuk segera menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui pihak kelurahan untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi. Perusahaan diwajibkan mempercepat pembangunan jalan alternatif dengan struktur beton agar mobilitas warga tetap aman dan lancar,”tegasnya.
Sebelumnya, PT Indomining telah membangun jalur alternatif pasca longsor pertama.
Namun, retakan mulai muncul pada 8 Juni, dan pada 11 Juni terjadi longsor susulan yang diduga dipicu oleh curah hujan tinggi.
“Semua pihak sudah sepakat, jika longsor kembali terjadi, maka pengerasan jalan alternatif harus segera dilakukan dan jalan lama ditutup demi keselamatan bersama,”pungkas Bambang.
Pemantauan oleh Dinas ESDM akan terus dilakukan untuk memastikan tanggung jawab perusahaan dilaksanakan dengan baik dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
(adv/diskominfokaltim).