
SAMARINDA – Upaya memperkuat prestasi olahraga pencak silat di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim yang digelar di Aula KONI Kaltim, Sabtu (31/5/2025) kemarin.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting di dunia olahraga daerah, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Agus Hari Kesuma, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kaltim Rasman Rading, serta Muslimin selaku Kepala Dispora Kota Samarinda yang juga menjabat Wakil Ketua IPSI Kaltim.
Dalam pidatonya, Agus Hari Kesuma menekankan bahwa IPSI perlu memperkuat sistem pembinaan atlet sejak usia dini. Ia menyebut, peningkatan prestasi hanya dapat tercapai melalui proses yang berkesinambungan dan terstruktur, mulai dari level kabupaten/kota.
“Target prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, hanya bisa dicapai jika pembinaan dilakukan secara berjenjang, konsisten, dan terarah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar capaian yang diraih pada PON XXI/2024 dijadikan sebagai batu loncatan, bukan sekadar memori keberhasilan.
“Kita harus menjadikan pencapaian di PON sebelumnya sebagai motivasi. Ke depan, target medali harus lebih tinggi, sejalan dengan harapan pimpinan daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, Muslimin berharap komunikasi antara pengurus provinsi dan cabang di daerah bisa berjalan lebih efektif.
Menurutnya, sinergi yang baik antar pengurus dan perguruan silat akan menjadi kunci dalam membangun organisasi yang lebih solid.
“Kami membuka ruang untuk menerima masukan dari semua unsur di daerah. Tujuannya agar koordinasi dan arah pembinaan bisa lebih jelas dan merata,” ucapnya.
Ia pun optimis, perolehan medali emas di PON mendatang bisa ditingkatkan.
“Kalau sebelumnya dua emas, semoga bisa naik jadi tiga atau empat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi IPSI dalam ajang PON 2024 lalu. Ia menyebut, hasil evaluasi pasca kompetisi menjadi bekal penting untuk menyusun strategi pembinaan ke depan.
“IPSI memberi kontribusi dua emas, satu perak, dan dua perunggu dari total raihan 29 emas, 55 perak, dan 69 perunggu kontingen Kaltim. Ini pencapaian yang patut diapresiasi dan ditingkatkan lagi,” ujar Rusdiansyah.
Rakerprov kali ini menjadi forum refleksi dan penyusunan langkah ke depan, demi memastikan bahwa IPSI Kaltim tetap menjadi salah satu tulang punggung perolehan medali untuk Kaltim di ajang olahraga nasional. (Adv)