Home Advedtorial Isu Efisiensi Tak Surutkan Semangat, Pemkab Pastikan Kukar Festival Tetap Digelar Tahun...

Isu Efisiensi Tak Surutkan Semangat, Pemkab Pastikan Kukar Festival Tetap Digelar Tahun Depan

KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan rangkaian Kukar Festival tetap masuk dalam agenda kegiatan tahun 2027. Kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menjadi alasan untuk menghentikan pelaksanaan festival yang telah menjadi bagian dari program Kukar Idaman Terbaik.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa penyesuaian anggaran dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Namun, hal tersebut tidak boleh menghilangkan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan.

“Efisiensi boleh menjadi momen penurunan kapasitas atau grade, tetapi tidak boleh menjadi penghalang untuk tidak menjalankan Kukar Festival,” kata Rendi, Jumat (30/10/2026).

Ia bilang penyelenggaraan festival bukan sekadar agenda hiburan, melainkan juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Setiap kegiatan dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha lokal yang terlibat selama acara berlangsung.

“Perputaran nilai ekonomi di setiap event festival sangat besar. Karena itu, kami ingin kegiatan ini tetap dilaksanakan dan kembali menjangkau 20 kecamatan di Kukar, khususnya Tenggarong,” ujarnya.

Untuk memastikan seluruh agenda berjalan, Pemkab Kukar telah meminta masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyelesaikan dan mengoordinasikan rencana kalender kegiatan tahun 2027.

Rendi menyebut, daftar kegiatan yang telah disusun OPD nantinya akan kembali diverifikasi oleh pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan agar agenda festival dapat disesuaikan dengan prioritas program pembangunan daerah.

“Apa saja kegiatannya akan kami verifikasi kembali. Kami pastikan event-event Kukar Festival tetap berjalan, terutama yang masuk dalam program Kukar Idaman Terbaik,” tuturnya.

Ia mengatakan salah satu agenda yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah adalah Festival Erau.

Rendi menegaskan, festival budaya tersebut harus kembali digelar dengan kemeriahan yang lebih besar sekaligus mempertahankan posisinya dalam Kalender Event Nusantara (KEN).

“Pastinya Erau yang pertama. Itu wajib dilaksanakan tahun depan, harus lebih meriah dan tetap masuk dalam KEN. Untuk masuk KEN itu tidak mudah, perjuangannya panjang, sehingga harus terus dipertahankan,” pungkasnya. (Adv)

Exit mobile version