Home Advedtorial Jalan Poros Rantau Pulung Mulai Digarap 2026, DPRD Kutim Pastikan Multiyears Contract...

Jalan Poros Rantau Pulung Mulai Digarap 2026, DPRD Kutim Pastikan Multiyears Contract Berjalan

Kutai Timur, kaltimnusantara.com – Upaya membuka akses yang lebih aman menuju Kecamatan Rantau Pulung mulai menemukan titik terang. Anggota DPRD Kutai Timur dari Komisi B, Yusri Yusuf, memastikan bahwa pembangunan jalan poros masuk Rantau Pulung telah resmi masuk dalam daftar proyek prioritas dan akan mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026.

Dalam penjelasannya, Yusri menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan jalan tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur rutin, melainkan bagian dari upaya mencegah potensi kecelakaan yang selama ini menghantui masyarakat akibat lalu lintas alat berat. Ia menekankan bahwa akses utama menuju kecamatan itu kerap dilalui kendaraan berukuran besar sehingga kondisi jalan harus benar-benar memadai dan aman.

“Jalan poros masuk Rantau Pulung untuk menghindari kecelakaan dari pengangkut-pengangkut alat berat. Jalan poros Rantau Pulung alhamdulillah diakomodir, insyaallah tahun depan sudah dimulai sepanjang itu,” ujar Yusri.

Menurutnya, pembangunan ini akan menggunakan skema multiyears contract mengingat panjang ruas dan besarnya kebutuhan anggaran. Lewat sistem tersebut, proyek dapat diselesaikan secara bertahap dengan perencanaan yang lebih stabil.

“Multiyears contract semua. Total semua itu ada 32 dari semuanya. Dari berbagai dapil,” kata Yusri sambil menjelaskan bahwa pembangunan Rantau Pulung merupakan satu dari puluhan proyek prioritas DPRD pada masa anggaran yang sama.

Yusri menegaskan, tantangan terbesar bukan hanya memastikan proyek masuk dalam perencanaan, tetapi juga mengawalnya sampai benar-benar terlaksana. Ia dan anggota dewan lainnya berharap proses penganggaran, pelelangan, dan pengerjaan dapat berjalan tanpa hambatan berarti agar manfaatnya segera dirasakan warga.

“Yah, harapannya sih kita bisa mengawal usulan-usulan tersebut bisa terlaksana dengan cepat sehingga manfaatnya bisa digunakan oleh masyarakat dan pembangunan bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Rantau Pulung menjadi salah satu kecamatan dengan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Kehadiran perusahaan perkebunan, pertambangan, serta arus mobilitas warga menuntut kualitas jalan yang lebih baik. Pemerintah daerah sebelumnya juga mencatat bahwa jalur ini merupakan salah satu titik rawan kerusakan akibat beban kendaraan berat.

Dengan dimulainya pembangunan pada 2026, DPRD menilai ada momentum penting untuk memperbaiki konektivitas kawasan tengah Kutai Timur. Selain meningkatkan keselamatan, proyek ini diyakini dapat mempercepat distribusi barang, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta membuka peluang pengembangan wilayah di sekitar Rantau Pulung.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, masyarakat diharapkan sudah dapat melihat progres signifikan pada pertengahan tahun depan, seiring berjalannya proyek multiyears yang telah disepakati. DPRD Kutim menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya agar kualitas dan kebermanfaatannya sesuai harapan publik.
(Adv)

Exit mobile version