Home Advedtorial KEK Maloy Jadi Magnet Baru, Sinotrans Siap Dorong Hilirisasi

KEK Maloy Jadi Magnet Baru, Sinotrans Siap Dorong Hilirisasi

SANGATTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kecamatan Kaliorang kian menunjukkan potensinya sebagai magnet baru investasi di Kutai Timur (Kutim). Pemerintah Kabupaten Kutim bersama PT Sinotrans Oversea Indonesia tengah mematangkan rencana kerja sama investasi yang diproyeksikan mendorong hilirisasi industri dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Beberapa pekan lalu, Pemkab Kutim melalui rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekkab Kutim, Noviari Noor, membahas prosedur hukum dan teknis penyewaan lahan seluas dua hektare di KEK Maloy untuk mendukung aktivitas logistik perusahaan tambang.

Rapat yang dihadiri perwakilan DPMPTSP, BPKAD, Bappeda, Bagian Hukum, serta PT MBTK itu berjalan dinamis. Dalam kesempatan tersebut, Noviari menegaskan pentingnya kepastian hukum dan tata kelola investasi yang transparan. “Seluruh tahapan harus jelas dan tidak boleh melanggar Perbup yang berlaku. Kita harus mencari solusi bijak agar investasi bisa berjalan tanpa menabrak aturan,” tegasnya.

Beragam pandangan muncul dari peserta rapat. Bagian Hukum menekankan perlunya telaah mendalam terhadap Perbup Nomor 16 Tahun 2021 agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. BPKAD menyoroti mekanisme pembayaran, sementara DPMPTSP menekankan pentingnya memberikan kepastian bagi calon investor agar iklim investasi tetap kondusif.

Pihak PT MBTK memastikan kesiapannya mendukung seluruh proses sesuai aturan yang berlaku. Mereka berharap pembahasan dapat segera menghasilkan kesepakatan konkret tanpa menghambat arus investasi.

Rapat akhirnya menyepakati bahwa skema penyewaan lahan akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) berdasarkan Perbup 16/2021. Untuk mempercepat tindak lanjut, Bappeda, BPKAD, dan DPMPTSP ditugaskan menyusun langkah teknis, sementara PT MBTK diminta menyiapkan draf awal PKS untuk dibahas lebih lanjut bersama Pemkab Kutim.

Sebagai kawasan strategis nasional, KEK MBTK dirancang untuk menjadi pusat hilirisasi industri di sektor kelapa sawit, migas, dan pertambangan. Dengan masuknya investasi dari PT Sinotrans, kawasan ini diharapkan semakin aktif dan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan nilai tambah sumber daya alam hingga penciptaan lapangan kerja baru. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Exit mobile version