Home Advedtorial Ketimpangan Pendidikan di Pedalaman Kaltim Masih Menganga, Pemerintah Diminta Lebih Proaktif

Ketimpangan Pendidikan di Pedalaman Kaltim Masih Menganga, Pemerintah Diminta Lebih Proaktif

SAMARINDA — Kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman di Kalimantan Timur terus menjadi persoalan mendasar yang belum teratasi.

Meskipun program dan intervensi kebijakan telah dijalankan, kualitas dan akses pendidikan di daerah terpencil masih tertinggal jauh dibandingkan dengan kota-kota besar di provinsi ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan, menegaskan bahwa permasalahan pendidikan di wilayah terluar bukan semata soal ketiadaan bangunan sekolah, melainkan juga menyangkut minimnya kualitas pembelajaran dan kurangnya tenaga pengajar yang mau dan mampu bertugas di daerah terpencil.

“Yang harus dibenahi bukan hanya fisik sekolah, tapi juga sistem yang menjamin pemerataan tenaga pendidik dan mutu pembelajaran di seluruh wilayah, tanpa terkecuali,”kata Rahmat pada Sabtu (31/5/2025).

Ia menilai kehadiran negara dalam sektor pendidikan seharusnya terasa hingga ke pelosok.

Terlebih, Kalimantan Timur kini berada dalam sorotan nasional sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, kemajuan infrastruktur dan ekonomi tidak akan bermakna tanpa dibarengi oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia dari seluruh daerah, termasuk yang terpencil.

“Kita tidak bisa bicara soal pembangunan besar kalau anak-anak di daerah pedalaman masih belajar dalam kondisi serba kekurangan, baik dari sisi guru, fasilitas, maupun akses,”ujarnya.

Rahmat menekankan bahwa pendidikan harus menjadi hak universal, bukan hanya milik anak-anak yang tinggal di pusat kota.

Pemerintah, katanya, perlu menyusun kebijakan yang lebih responsif dan terfokus pada pemberdayaan pendidikan di wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.

“Pemerataan itu bukan slogan. Ia harus diwujudkan melalui langkah konkret agar ruang-ruang kelas di pedalaman tidak terus dibiarkan sunyi. Di situlah sebenarnya cikal bakal kemajuan daerah disemai,”tutupnya.

Ketimpangan pendidikan ini menjadi tantangan yang tak bisa lagi ditunda.

Di tengah geliat pembangunan fisik, tuntutan terhadap pemerataan akses pendidikan menjadi semakin penting untuk memastikan generasi masa depan Kaltim tumbuh dalam keadilan sosial dan kesempatan yang setara.
(adv/diskominfokaltim).

Exit mobile version