Home Advedtorial Menuju Potradnas 2025, Kaltim Mulai Rancang Tahapan Seleksi Atlet Olahraga Tradisional

Menuju Potradnas 2025, Kaltim Mulai Rancang Tahapan Seleksi Atlet Olahraga Tradisional

Samarinda – Menjelang gelaran Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas) yang dijadwalkan berlangsung di Gorontalo pada September 2025, Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) telah mengawali proses pemetaan dan persiapan seleksi atlet dari berbagai kabupaten dan kota.

Menurut AA Bagus Saputra Sugiarta, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, mekanisme seleksi akan dilakukan secara bertingkat. Dimulai dari penjaringan di tingkat kabupaten/kota, kemudian disaring kembali di level provinsi untuk mendapatkan wakil terbaik dari Benua Etam.

“Setiap daerah akan mengirimkan atletnya untuk mengikuti seleksi. Dari situ akan kami pilih yang terbaik untuk berlaga di tingkat nasional,” ungkap Bagus, Rabu (28/5/2025).

Cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Potradnas antara lain adalah enggrang, menyumpit, dan balogo—permainan rakyat yang telah lama menjadi bagian dari tradisi lokal di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kaltim.

Potradnas bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi forum strategis dalam pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Menurut Bagus, semangat itu pula yang menjadi pendorong bagi Kaltim untuk mengirimkan atlet-atlet terbaiknya.

“Tahun lalu di Palu, kita berhasil meraih posisi ketiga nasional. Pencapaian itu menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih solid tahun ini,” ucapnya.

Meski agenda seleksi belum berjalan, Bagus menegaskan bahwa tahapan perencanaan telah mendekati tahap akhir. Dispora Kaltim juga tengah menanti informasi resmi dari pemerintah pusat mengenai waktu pelaksanaan Potradnas secara nasional.

“Kalau tidak ada perubahan, kompetisi nasional akan berlangsung September. Karena itu, seleksi di daerah akan kami gelar lebih awal untuk memberi waktu cukup dalam persiapan teknis dan mental atlet,” jelasnya.

Ia berharap seluruh daerah di Kaltim dapat terlibat aktif dalam proses seleksi ini. Selain menjadi ajang pembinaan atlet muda, momentum Potradnas juga dianggap penting untuk membangun kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan menghidupkan permainan tradisional.

“Kami ingin olahraga tradisional tidak hanya dikenal sebagai warisan, tetapi juga terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang sehat dan berbudaya,” tutup Bagus. (Adv)

Exit mobile version