
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali membuat terobosan dengan memprogramkan pembagian seragam dan buku gratis bagi siswa dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Langkah ini diambil untuk meringankan beban ekonomi orang tua serta mendukung akses pendidikan yang lebih merata di seluruh wilayah Kutai Timur.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), meluncurkan program baru berupa pembagian seragam dan buku gratis bagi seluruh siswa di jenjang PAUD, SD, dan SMP. Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk seluruh siswa yang tersebar dari perkotaan hingga pelosok daerah di Kutai Timur.
“Di antara bentuk kepedulian pemerintah adalah memberikan akses pendidikan yang lebih adil, merata, dan merakyat bagi masyarakat Kutai Timur, termasuk melalui pemberian pakaian dan buku gratis,” kata Mulyono pada (13/11/2024).
Mulyono menambahkan bahwa anggaran untuk program ini telah disiapkan melalui alokasi anggaran murni, sementara anggaran perubahan saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Program ini diharapkan dapat terlaksana sepenuhnya pada akhir tahun.
“Anggaran murni sudah berjalan. Insya Allah, di anggaran perubahan ini, pada akhir tahun, semua seragam akan siap dibagikan kepada siswa,” jelasnya.
Dalam program ini, setiap siswa akan menerima empat jenis seragam, yaitu seragam utama sesuai jenjang pendidikan (merah putih untuk SD, biru putih untuk SMP), seragam pramuka, dan seragam olahraga. Mulyono berharap bantuan ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta meringankan tanggung jawab orang tua.
“Pemberian seragam gratis ini menunjukkan komitmen pemerintah Kutai Timur dalam mendukung pendidikan yang lebih inklusif dan memadai,” ungkap Mulyono.
Lebih lanjut, ia berharap program ini mampu menciptakan semangat baru bagi para siswa dan memberikan dorongan positif bagi perkembangan pendidikan di Kutai Timur. Dengan adanya bantuan seragam dan buku gratis, Disdikbud Kutim optimis dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung serta pemerataan akses pendidikan hingga ke pelosok wilayah. (Adv/Diskominfo Kutim)