
KUTAI TIMUR –Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kabupaten Kutai Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur sukses menggelar Pesta Rakyat Seni Kebudayaan yang berlangsung meriah di Sangatta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal yang kaya akan nilai sejarah.
Acara tersebut menampilkan beragam seni dan budaya khas Kutai Timur, mulai dari musik sape, tari pesisir, tari pedalaman, reog, hingga seni wayang kulit. Selain itu, masyarakat juga disuguhkan pameran kebudayaan yang menonjolkan kekayaan tradisi daerah, sekaligus memperkenalkan potensi seni yang dimiliki Kutai Timur kepada generasi muda.
Ketua panitia, Fadliansyah dari Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Timur, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga langkah untuk memperkenalkan dan melestarikan seni serta budaya Kutai Timur. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, masyarakat semakin bangga dengan identitas budaya daerah,” ujar Fadliansyah.
Fadliansyah juga mengungkapkan rencana besar untuk mendirikan museum khas Kutai Timur sebagai upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal. Museum ini diharapkan dapat terwujud tahun depan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutim.
“Harapan kami, museum ini menjadi simbol kebanggaan dan wadah untuk menyimpan warisan budaya Kutai Timur, termasuk peninggalan manusia purba yang saat ini tersimpan di Galeri Cagar Budaya Kutim,” jelasnya.
Menurutnya, Kutai Timur memiliki banyak potensi sejarah yang perlu dilestarikan. Peninggalan manusia purba dan artefak budaya lainnya menjadi daya tarik besar untuk mendukung keberadaan museum tersebut.
Tidak hanya berfokus pada seni dan budaya, Pesta Rakyat Seni Kebudayaan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Sebanyak 60 tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilibatkan dalam kegiatan ini, yang mencatat perputaran ekonomi harian mencapai Rp100-150 juta.
“Acara ini tidak hanya menyemarakkan HUT Kutai Timur, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dengan keterlibatan UMKM, roda ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” tambah Fadliansyah.
Melalui acara ini, Fadliansyah berharap Pesta Rakyat Seni Kebudayaan Kutai Timur dapat terus dilaksanakan setiap tahun, menjadi tradisi yang melekat di hati masyarakat, sekaligus mendorong pelestarian seni budaya daerah.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan makna dan manfaat yang besar bagi masyarakat Kutai Timur. Semoga tradisi ini terus hidup dan menjadi kebanggaan kita bersama,” tutupnya.
Pesta rakyat ini tidak hanya berhasil memberikan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan kebanggaan terhadap budaya lokal serta mendorong semangat pelestarian dan pengembangan seni budaya Kutai Timur. (Adv/Diskominfo Kutim)