Home Advedtorial Rusdi Soroti Dampak Pemadaman Listrik terhadap UMKM dan Perkantoran di Samarinda

Rusdi Soroti Dampak Pemadaman Listrik terhadap UMKM dan Perkantoran di Samarinda

SAMARINDA – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Samarinda dan sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) mulai memicu kekhawatiran terhadap aktivitas ekonomi. DPRD Kota Samarinda menilai gangguan pasokan listrik yang berlangsung berulang berpotensi menekan produktivitas pelaku usaha, mengganggu pelayanan publik, hingga memperlambat perputaran ekonomi daerah apabila tidak segera ditangani.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengatakan keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting bagi kelangsungan aktivitas ekonomi. Menurutnya, hampir seluruh sektor usaha kini bergantung pada energi listrik sehingga proses pemulihan harus dipercepat.

“Kalau gangguan ini berlangsung terlalu lama, dampaknya akan meluas terhadap perekonomian. Banyak pelaku usaha maupun aktivitas perkantoran yang tidak bisa berjalan normal karena sangat bergantung pada pasokan listrik,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Rusdi menjelaskan, pemadaman selama beberapa jam memang terlihat singkat, namun efeknya cukup besar terhadap operasional usaha. Pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner, jasa laundry, hingga usaha berbasis teknologi, harus menghentikan aktivitas produksi ketika listrik padam. Kondisi serupa juga dirasakan perkantoran yang terpaksa menunda sejumlah pelayanan maupun agenda kerja.

“Usaha kuliner, laundry, dan berbagai sektor jasa sangat bergantung pada listrik. Ketika pasokan terputus, proses produksi ikut berhenti. Begitu juga di perkantoran, banyak agenda yang akhirnya harus ditunda,” katanya.

Menurut Rusdi, semakin lama proses pemulihan berlangsung, semakin besar pula potensi kerugian ekonomi yang ditanggung masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu, ia meminta percepatan perbaikan sistem kelistrikan menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi dapat segera kembali normal.

Selain mempercepat pemulihan, DPRD juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan guna mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang. Penguatan infrastruktur dan sistem mitigasi dinilai penting mengingat kebutuhan listrik terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Samarinda.

“Kami berharap proses perbaikan segera selesai dan diikuti langkah antisipasi yang lebih baik. Pasokan listrik yang andal menjadi kebutuhan utama agar dunia usaha, pelayanan publik, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa terganggu,” pungkasnya. (Adv)

Exit mobile version