
BONTANG – SDN 002 Bontang Utara komitmen menjalankan perintah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memastikan lingkungan belajar bebas Bullying.
Salah satu strateginya ialah dalam memperkuat edukasi siswa untuk saling memegang teguh toleransi. Bahkan pihak sekolah menggandeng TNI dan Polri dalam mendidik siswa.
Langkah tersebut dilakukan sekolah sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter siswa sejak dini, sekaligus memberikan pemahaman nyata mengenai dampak dari perilaku negatif di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.
Kepala SDN 002 Bontang Utara, Winarni Rinaningtias, mengatakan dalam beberapa momentum pihak keamanan menjadi narasumber agar menjadikan sekolah zero kasus bullying.
“Program ini wujud kepedulian kami menciptakan suasana sekolah ramah dan berintegritas,” ucapnya.
Lebih lanjut, kegiatan kokurikuler tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga diperkuat dengan edukasi langsung dari pihak berkompeten agar siswa mendapatkan gambaran nyata.
Adapun pemahaman yang diberikan meliputi pencegahan bullying, kenakalan remaja, serta penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pendekatan ini penting agar siswa memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.
Selain itu, pihak sekolah juga berencana kembali menghadirkan narasumber dari kepolisian, termasuk aparat di tingkat kelurahan, untuk memperkuat kedekatan edukasi dengan lingkungan siswa.
“Rencananya mau mengundang kembali dari polisi bagian Babinsa Kelurahan Api-Api,” terangnya.