
KUKAR – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai berjalan setelah perizinannya diterbitkan. PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) dipastikan menyiapkan seluruh kebutuhan modal untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pembangunan SPBN Anggana saat ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah daerah berharap proses pengerjaan dapat segera diselesaikan agar fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan oleh nelayan setempat.
Aulia bilang penyediaan SPBN menjadi salah satu penugasan yang tengah dijalankan untuk mendukung kebutuhan bahan bakar bagi nelayan. Selain Anggana, pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan fasilitas serupa di wilayah hulu Kukar.
Ia menjelaskan, pembangunan SPBN di Anggana baru dapat dipacu setelah izin yang diperlukan diterbitkan. Dengan perizinan yang telah terbit, tahapan selanjutnya diharapkan berjalan lebih lancar.
“Pembangunannya sudah mulai berjalan. Kami berharap dalam waktu tidak terlalu lama fasilitas ini bisa selesai dan dimanfaatkan oleh kawan-kawan nelayan di Anggana,” ujar Aulia, Senin (26/10/2026).
Aulia menyebut progres pembangunan tersebut masih berada pada tahap awal, dengan capaian sekitar 10 persen. Meski demikian, pemerintah daerah optimis prosesnya dapat berlanjut setelah persoalan perizinan terselesaikan.
Aulia memastikan kesiapan modal tidak menjadi kendala dalam pembangunan SPBN tersebut. MGRM disiapkan untuk menanggung kebutuhan pendanaan secara penuh agar proyek dapat segera dilanjutkan.
“Kalau untuk modal, tidak ada masalah. Kita sudah siap, dan setelah izinnya keluar, pembangunan ini bisa segera kita dorong,” tegasnya.
Aulia juga memastikan keterlibatan MGRM tidak hanya terbatas pada penyediaan dana. Perusahaan daerah tersebut akan menjadi pihak yang membiayai sekaligus memiliki SPBN yang dibangun di Anggana.
Skema tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan operasional fasilitas sekaligus memberikan kemudahan bagi nelayan dalam memperoleh bahan bakar untuk menunjang aktivitas melaut.
Aulia berharap kehadiran SPBN dapat menjadi fasilitas pendukung bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang membutuhkan akses bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari.
“Kita ingin SPBN ini segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan oleh kawan-kawan nelayan yang ada di Anggana,” pungkasnya. (Adv)