Home Advedtorial TPA Baru Kukar Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Lingkungan dan Inovasi Pengelolaan Sampah

TPA Baru Kukar Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Lingkungan dan Inovasi Pengelolaan Sampah

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan langkah visioner dalam pengelolaan sampah.

Tak lagi sebatas tempat pembuangan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang baru akan dirancang sebagai eco-learning center—pusat edukasi dan inovasi lingkungan berbasis pengelolaan sampah modern.

Langkah ini diambil Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar sebagai jawaban atas tantangan klasik yang terus berulang: overload sampah, pencemaran lingkungan, dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap pemilahan dan daur ulang.

“TPA bukan hanya tempat buang, tapi harus jadi tempat belajar. Kami ingin masyarakat—terutama generasi muda—datang ke TPA bukan untuk membuang, tapi untuk memahami, mengolah, dan menciptakan solusi,” ujar Sekretaris DLHK Kukar, Taufiq, Rabu (9/4/2025).

TPA baru ini dirancang dengan sistem controlled landfill yang lebih ramah lingkungan dibanding metode open dumping. Selain mengurangi polusi, sistem ini juga memudahkan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku kompos, energi, dan produk daur ulang lainnya.

Namun yang paling inovatif adalah konsep learning zone di dalam kompleks TPA. Di area ini akan dibangun ruang edukasi, taman kompos, jalur wisata edukatif, serta galeri hasil kerajinan dari sampah. Target pengunjungnya bukan hanya siswa sekolah, tapi juga komunitas lingkungan, pelaku UMKM daur ulang, hingga calon investor pengelolaan sampah.

“Kalau anak-anak bisa lihat langsung proses daur ulang dan manfaatnya, itu akan menanamkan kesadaran jauh lebih kuat daripada sekadar kampanye,” jelas Taufiq.

DLHK juga akan menggandeng pihak sekolah dan perguruan tinggi untuk menjadikan TPA sebagai lokasi study tour dan penelitian terapan. Di saat yang sama, pelibatan bank sampah, karang taruna, dan komunitas kreatif akan diperkuat sebagai mitra pengelola program.

Tiga lokasi potensial untuk pembangunan TPA baru saat ini sedang dikaji, dengan Loa Ipuh Darat sebagai kandidat terkuat karena kelayakan lahan dan aksesibilitasnya.

“TPA baru ini adalah peluang untuk memulai dari nol dengan pendekatan baru—berbasis ilmu, partisipasi, dan teknologi,” tambah Taufiq.

Jika berhasil, Kukar tak hanya akan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, tapi juga menjadi kabupaten pelopor dalam menjadikan TPA sebagai pusat pembelajaran lingkungan dan inovasi sirkular economy di Kalimantan Timur.

Exit mobile version