
BONTANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) KKN 52 Universitas Mulawarman di Kelurahan Bontang Baru menghadirkan inovasi sederhana untuk membantu meningkatkan daya serap air di lingkungan permukiman.
Program tersebut berupa pembuatan lubang biopori yang dirancang sebagai lubang resapan air sekaligus menjadi media pengolahan sampah organik.
Ketua KKN 52 Universitas Mulawarman di Kelurahan Bontang Baru, Billy Steven Naibaho mengatakan, program biopori ini dirancang oleh delapan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi.
Menurutnya, biopori dipilih karena memiliki manfaat ganda. Selain membantu air hujan lebih cepat meresap ke dalam tanah, lubang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengurai sampah organik menjadi kompos.
“Program ini kami rancang untuk membantu meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan. Di sisi lain, sampah organik seperti daun kering dan sisa sayuran juga bisa dimanfaatkan dan tidak langsung menjadi limbah,” kata Billy.
Secara teknis, lubang biopori dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar satu meter. Lubang tersebut menggunakan pipa berdiameter 14 sentimeter dengan tinggi pipa 50 sentimeter.
Pipa kemudian diisi menggunakan sampah organik seperti daun kering maupun sisa sayuran. Material organik itu nantinya akan mengalami proses penguraian secara alami.
Proses tersebut juga membantu aktivitas organisme tanah. Keberadaan organisme di dalam tanah akan membentuk pori-pori alami sehingga air lebih mudah masuk dan terserap ke dalam tanah.
Billy menjelaskan, keberadaan biopori diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam mengurangi limpasan air hujan. Terlebih, pengelolaan air hujan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga lingkungan perkotaan.
“Harapannya ini bisa menjadi salah satu solusi sederhana yang bisa diterapkan masyarakat. Tidak hanya soal serapan air, tetapi juga bagaimana sampah organik bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna untuk tanah,” ujarnya.
Selain membantu mengurangi potensi genangan dan meningkatkan resapan air, biopori juga memiliki manfaat jangka panjang terhadap ketersediaan air tanah.
Sampah organik yang terurai di dalam lubang juga dapat menghasilkan kompos yang berpotensi menyuburkan tanah.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN 52 Universitas Mulawarman di Kelurahan Bontang Baru dalam mendorong kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan melalui metode yang relatif sederhana dan dapat diterapkan di sekitar rumah.
Adapun delapan mahasiswa yang tergabung dalam perancangan program tersebut yakni:
- Billy Steven Naibaho – Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik (FT).
- Blesscia Senia Fermita – Ilmu Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
- Quenny Ferzie Naomi – Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
- Suci Safitrianinsy – Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
- Ringgi Ailya Candra – Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
- Umi Rosyidah – Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
- Dea Ripi Pitria – Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
- Muhamad Faizal Fiqih Fernanda – Hukum, Fakultas Hukum (FH).