SAMARINDA — Geliat pembinaan atlet di Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendapat perhatian serius dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang, ajang Piala Gubernur Kaltim 2025 akan kembali digelar, dengan mempertandingkan 21 cabang olahraga unggulan.
Ajang ini diproyeksikan menjadi wadah penguatan mental dan teknik bertanding bagi atlet muda, sekaligus simulasi menghadapi kejuaraan nasional, seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.
“Ini bukan sekadar turnamen biasa. Piala Gubernur akan menjadi pemanasan sekaligus pemetaan kekuatan atlet kita sebelum turun di level nasional,” ujar Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Jum’at (13/6/2025).
Daftar cabang olahraga yang dilombakan mencakup disiplin individual maupun beregu, mulai dari atletik, renang, taekwondo, panahan, hingga cabang bela diri seperti pencak silat dan wushu. Cabang olahraga populer seperti bola voli, basket, dan bulu tangkis juga dipastikan masuk dalam roster pertandingan.
Menurut Rasman, penyelenggaraan event ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang unjuk gigi, tapi juga sebagai alat deteksi dini untuk menjaring bibit potensial, khususnya dari daerah-daerah yang selama ini kurang terekspos.
“Banyak talenta hebat di kabupaten/kota yang selama ini kurang punya panggung. Melalui kompetisi ini, kami berharap mereka bisa tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tegasnya.
Di sisi lain, kegiatan ini diharapkan mempererat sinergi antara para pelatih, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi kunci penting untuk menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Kesolidan tim bukan hanya di lapangan. Dukungan organisasi dan komunikasi antar stakeholder olahraga sangat berperan dalam membangun fondasi prestasi,” imbuh Rasman.
Dispora Kaltim juga memastikan bahwa perkembangan atlet peserta akan terus dipantau pasca turnamen. Evaluasi performa akan menjadi dasar pembinaan lanjutan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Dengan atmosfer kompetitif yang dibangun sejak dini, diharapkan semangat juang atlet muda Kaltim dapat terus tumbuh dan membawa harum nama daerah di kancah nasional bahkan internasional. (Adv)


