Samarinda— Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah mengubah pendekatan dalam memajukan olahraga, tak lagi semata mengejar prestasi, tetapi menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
Salah satu strategi yang kini digalakkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim adalah memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dalam membangun ekosistem olahraga berbasis komunitas.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menjelaskan bahwa olahraga perlu dibumikan sebagai aktivitas yang inklusif, bisa diakses dan dinikmati oleh siapa saja, tidak terbatas pada atlet profesional.
“Sudah saatnya kita keluar dari pola pikir lama yang menjadikan olahraga semata ajang lomba. Olahraga adalah kebutuhan harian, sama pentingnya dengan pola makan sehat dan istirahat yang cukup,” ujarnya, Senin (23/6/2025),
Menurutnya, dunia usaha memiliki peran strategis yang belum sepenuhnya dioptimalkan dalam ranah ini. Tak hanya sebagai sponsor, perusahaan juga berpotensi menjadi motor penggerak terbentuknya komunitas-komunitas olahraga yang aktif dan berkelanjutan.
Program seperti olahraga bersama karyawan, turnamen internal, hingga kegiatan olahraga terbuka bagi masyarakat dinilai bisa menjadi pemicu perubahan gaya hidup secara masif.
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, Dispora melihat olahraga sebagai sarana membangun hubungan sosial yang sehat dan memperkuat karakter.
Partisipasi aktif dunia usaha dianggap mampu memperluas jangkauan program olahraga ke kelompok-kelompok yang selama ini belum tersentuh, seperti pekerja kantoran, ibu rumah tangga, atau generasi muda di perkotaan.
“Kolaborasi ini penting karena manfaatnya bukan hanya untuk kebugaran tubuh, tapi juga bagi kesehatan mental, produktivitas kerja, dan solidaritas sosial,” terang Rasman.
Ia menambahkan, dengan keterlibatan sektor swasta yang lebih luas, potensi tumbuhnya budaya hidup sehat secara kolektif akan semakin besar.
Lingkungan kerja yang mendukung aktivitas fisik, komunitas yang aktif berolahraga, hingga ruang publik yang ramah bagi kegiatan olahraga, semuanya menjadi elemen penting dalam membentuk masyarakat yang tangguh dan berdaya saing.
Dispora Kaltim optimistis, jika pendekatan ini konsisten dikembangkan, Kaltim tak hanya akan dikenal lewat capaian prestasi atletnya, tetapi juga sebagai provinsi yang berhasil menanamkan semangat hidup aktif dalam keseharian warganya.
“Kita ingin menciptakan kultur olahraga yang menyatu dengan kehidupan masyarakat. Bukan hanya demi kebugaran, tetapi juga demi membangun peradaban yang sehat secara menyeluruh,” tutup Rasman. (ADV)


