Samarinda – Dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas fasilitas olahraga di Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Olahraga menekankan pentingnya pembatasan penggunaan sarana, khususnya di Stadion GOR Kadrie Oening.
Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga, Junaidi, menjelaskan bahwa pengaturan jadwal penggunaan bukan hanya soal membatasi akses, tetapi juga strategi agar fasilitas bisa berfungsi optimal dalam jangka panjang.
“Kalau pemakaian terus menerus tanpa jeda, perawatan rutin jadi terganggu, dan akhirnya fasilitas mudah rusak,” ujarnya, Jum’at (27/6/2025).
Ia menambahkan, tanpa regulasi yang jelas, lapangan dan fasilitas pendukungnya bisa cepat menurun kualitasnya. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan biaya perawatan, mulai dari perawatan rumput hingga kebersihan dan sarana penunjang lainnya.
Pengaturan ini juga sejalan dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) yang tengah digodok Dispora Kaltim, terkait tarif dan tata kelola penggunaan fasilitas.
Junaidi berharap dengan aturan yang lebih ketat, pemanfaatan fasilitas tetap luas namun kondisinya tetap terjaga.
“Kami ingin memastikan fasilitas olahraga di Kaltim bisa terus memberikan manfaat maksimal, tidak hanya hari ini, tapi juga untuk masa depan,” jelasnya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan sarana olahraga berkualitas dan berkelanjutan, yang mendukung kesehatan dan prestasi masyarakat Kaltim. (ADV)


