Bupati Ardiansyah Gaspol Proyek Jalan Pesisir

Loading

SANGATTA — Pembangunan jalan penghubung di Kecamatan Sandaran menjadi momentum penting kepemimpinan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman. Ia turun langsung memimpin rapat fasilitasi infrastruktur strategis yang akan menghubungkan Manubar, Sandaran, hingga Tanjung Mangkalihat. Rapat yang digelar di Ruang Arau, Kantor Bupati ini dihadiri oleh jajaran OPD, DPRD, camat, kepala desa, dan perwakilan perusahaan.

“Kami tidak bisa kerja sendiri. Pemerintah daerah butuh dukungan swasta dan masyarakat,” kata Ardiansyah.

Proyek jalan ini menjadi simbol sinergi lintas sektor untuk wilayah terluar Kutim. Meski demikian, Ardiansyah memastikan tidak akan menyentuh kawasan Hutan Lindung Wehea di Kecamatan Muara Wahau karena akan dibuka di atas Areal Penggunaan Lain (APL),

Plt Camat Sandaran, Mulyadi, menyambut antusias rencana ini. Ia mengatakan bahwa warga sudah sejak lama menantikan jalan darat agar mobilitas dan layanan publik dapat lebih mudah dijangkau.

“Kami berterimakasih kepada Bupati karena terus mengawal pembangunan jalan penghubung ini. Tentu saja akses jalan ini sangat bermanfaat bagi warga masyarakat yang Sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan,” kata Mulyadi.

Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur ini bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menargetkan pemerataan akses di seluruh kecamatan.

Sementara itu, Plt Kadis PUPR, Joni Abdi Setia, menyatakan bahwa desain jalan telah disiapkan. Pemerintah Kabupaten Kutim mendorong sektor swasta untuk berkontribusi dengan komitmen penyediaan alat berat dan logistik. Tak hanya dunia usaha, Masyarakat lokal juga sudah mulai bergotong royong mendukung proses awal pembangunan. Artinya, pembangunan ini bukan sekadar proyek jalan, tetapi juga menjadi model kolaboratif lintas pihak yang dapat direplikasi untuk membangun Kutim dari pesisir hingga pedalaman. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Berita Terkait

Most Popular