Novel Paembonan: Validasi Data Jadi Kunci Kutim Dapat Bantuan PLTS dari Pemerintah Pusat

Loading

Kutai Timur, Kaltimnusantara.com – Legislator Kutai Timur dari Partai Gerindra, dr. Novel Tyty Paembonan, menegaskan bahwa pembaruan dan validasi data desa belum terlistriki menjadi langkah penting bagi Kutai Timur agar tidak tertinggal dalam program bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ia menilai, tanpa kesiapan data, pemerintah pusat akan sulit menyalurkan program tepat sasaran.

“Program pemerintah pusat kan sudah ada. Pak Presiden juga menegaskan bahwa desa yang belum terjangkau jaringan listrik PLN akan difasilitasi lewat PLTS,” ujar dr. Novel saat ditemui di Gedung DPRD Kutim, belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif dalam menunggu bantuan pusat, tetapi harus proaktif dengan menyiapkan data valid mengenai kondisi riil lapangan. Menurutnya, Kutai Timur masih memiliki sedikitnya 26 desa yang belum menikmati listrik 24 jam, sebagian besar berada di wilayah dengan medan sulit.

“Pemerintah daerah harus datang langsung ke kementerian terkait membawa data lengkap. Ini loh, 26 desa di Kutai Timur yang memang belum bisa dijangkau jaringan PLN,” jelasnya.

dr. Novel menilai, tanpa langkah konkret dari pemerintah daerah, Kutim bisa kehilangan peluang untuk memperoleh program bantuan PLTS tahun anggaran berikutnya. “Kalau kita tidak cepat menindaklanjuti, bisa-bisa daerah lain yang lebih siap justru dapat duluan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerataan listrik bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga kebutuhan dasar warga yang harus segera dipenuhi. “Energi itu hak rakyat. Kalau kita bisa bergerak cepat, masyarakat juga akan cepat merasakan manfaatnya,” ucapnya.

pihaknya  menambahkan, dengan dukungan DPRD, Pemkab Kutim diharapkan dapat membentuk tim lintas instansi yang fokus menyiapkan proposal usulan program energi terbarukan. “Kita dorong supaya tidak hanya satu-dua desa yang dapat, tapi semuanya bertahap terlayani,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keaktifan pemerintah daerah akan menjadi penentu keberhasilan pemerataan listrik di Kutim. “Kalau kita cepat gerak, masyarakat juga cepat menikmati hasilnya,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular