Disdikbud Bontang Minta Sekolah Tak Manipulasi Dapodik

BONTANG– seluruh sekolah di Bontang diminta tidak memanipulasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Manipulasi data itu hanya akan berujung pada sulitnya sekolah di Bontang mendapatkan anggaran revitalisasi bangunan gedung.

Kepala Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Nuryadi Bachtiar mengatakan, pemerintah pusat dalam memberikan dana revitalisasi mengacu pada data Dapodik.

Jika sekolah memanipulasi seluruh infrastruktur terbangun baik justru menghilangkan kesempatan mendapatkan alokasi itu. Untuk itu seluruh Sekolah diminta evaluasi sistem penginputan Dapodik.

“Makanya pemerintah pusat tidak ada kucuran perbaikan. Karena selama ini mereka mengacu pada data Dapodik,” ucap Nuryadi.

Contoh kasus itu disebutkan Nuryadi misalnya dalam 1 sekolah hanya memiliki 3 gedung menampung 20 rombel. Tapi faktanya mereka hanya punya 15 Ruang Kelas.

Walhasil Kementerian tidak akan memberikan perbaikan revitalisasi pembangunan RKB. Dengan begitu sekolah hanya akan berharap pembangunan berasal dari APBD.

Sementara APBD Bontang di 2016 ini tidak mampu mengalokasikan untuk pembangunan ruang kelas baru. “Tapi kami sudah ingatkan. Tahun ini insyaallah kami dapat anggaran dari pusat,” sambungnya

Diketahui, Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) mengusulkan seluruh sekolah mendapatkan program Revitalisasi bangunan dari pemerintah Pusat.

Momentum ini diambil Disdikbud karena pada 2026 tidak, ada alokasi membangun Ruang Kelas Baru untuk sekolah. Perbaikan ini menyasar tingkat SD dan SMP Negeri.

Berita Terkait

Most Popular