Terminal Bontang Bisa Dimanfaatkan Maksimal Dengan Pengelolaan Baik

BONTANG– Terminal B Kota Bontang dianggap mati suri. Padahal bangunan yang baru saja di renovasi 2 tahun lalu ini rampung dikerjakan. Aktivis ekonomi di Terminal terlampau lesu. Ditambah lagi fasilitas yang belum sepenuhnya memadai.

Anggota Komisi C DPRD Bontang Sem Nalpa menyebut pengelolaan yang saat ini dilakukan Dishub Provinsi Kaltim belum optimal. Karena keterbatasan armada bus.

Di sana armada bus yang paling ramai hanya diisi oleh kendaraan karyawan tambang. Sementara rute ke luar dan dalam daerah masih sangat terbatas.

Ditambah lagi bus yang ada itu kondisinya memprihatinkan. Membuat warga justru lebih senang menaiki taxi online ataupun carter kendaraan di luar terminal.

“Dishub Bontang bisa koordinasi ke Provinsi. Bagaimana caranya terminal kita ini bisa ramai,”Ucap Sem.

Lebih lanjut dirinya pernah mendengar wacana terminal Patas akan gabung. Menurutnya wacana itu harus di follow up agar warga Bontang tidak perlu jauh menempuh jarak ke luar untuk mendapatkan fasilitas bus baik.

Kemudian pengelolaan ekonomi jadi lesu karena kurangnya inovasi Dishub Kaltim. Bangunan megah yang nampak akan jadi suram jika tidak ada pembaharuan dalam tata kelola terminal.

“Kalau dibiarkan bisa tutup. Sekarang kan paling sehari 2 bus aja berangkat ke Samarinda,” tuturnya.

Berita Terkait

Most Popular