KALTIM- Direktur Resnarkoba Polda Kalimantan Timur (Kaltim) Kombes Romylus Tamtelahitu membeberkan sejumlah fakta baru tentang penangkapan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea.
AKP Yohanes Hutapea ditangkap terkait kasus narkotika pada 2 Mei 2026 dan kini masih mendekam di sel tahanan Polda Kaltim.
Hasil interogasi sementara AKP Yohanes mengaku barang haram tersebut untuk digunakan sendiri. Namun, penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim meragukan pengakuan AKP Yohanes.
Alasannya, kata Kombes Romylus, jumlah barang bukti yang didapat dari pengungkapan kasus tersebut sangat besar.
“Dia mengaku dipakai sendiri, namun kita tidak percaya karena jumlahnya banyak,” ujar Kombes Romylus Tamletahitu dilansir dari Tribunkaltim, Minggu (17/5/2026).
Tak hanya itu, harga untuk satu paket dari barang haram tersebut cukup mahal.
“Satu paket harganya bisa Rp4 juta sampai Rp5 juta,” ujarnya.
Selain itu, AKP Yohanes mengaku telah menggunakan barang haram tersebut selama lebih dari satu tahun.
Meski demikian, pihaknya masih mendalami seluruh keterangan AKP Yohanes.
.
— AKP Yohanes Suruh Anak Buah Ambil Paket —
Polda Kalimantan Timur turut mengamankan polisi berinisial A, yang merupakan anak buah AKP Yohanes Bonar terkait kasus narkotika.
Peran dari A adalah mengambil paket narkotika di wilayah Tenggarong.
Saat ini A turut diperiksa Propam Polda Kaltim setelah diamankan pada 2 Mei 2026.
Kombes Romylus mengatakan berdasarkan hasil interogasi, A mengaku tidak mengetahui bila barang yang diambilnya narkotika.
“Dari keterangan anggota, dia mengaku tidak pernah tahu isi paket karena tertutup kardus. Setelah diambil langsung diserahkan kepada saudara YBA (AKP Yohanes Bonar),” ujar Kombes Romylus.
.
— Pengiriman Paket dari Medan —
Dari hasil pengembangan ditemukan fakta bahwa pengiriman paket narkotika diduga telah dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu satu hingga dua bulan terakhir.
“Menurut pengakuan, pengiriman dilakukan empat kali sebelumnya. Yang pertama 10 paket, kedua 10 paket, ketiga 10 paket, dan keempat 20 paket,” ungkapnya.
Dari pengembangan lebih lanjut, petugas kembali menemukan 50 paket lain di Balikpapan dengan alamat penerima dan pengiriman yang sama.
“Jadi total keseluruhan yang teridentifikasi ada 100 paket,” ujar Romylus.
Menurut Romylus, seluruh paket dikirim dari Medan menggunakan jasa ekspedisi dan masih terus dikembangkan untuk mengejar pemasok utama.
“Pemilik barang ada di Medan. Makanya kita belum bisa memberikan semua informasi karena masih dilakukan pengejaran,” ucapnya.
Saat ini, AKP Yohanes telah ditahan, sementara tiga orang saksi masih diperiksa untuk mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk anggota yang mengambil paket tersebut.
“Status anggota masih terus kami dalami. Karena dari keterangan sementara, dia mengaku tidak mengetahui isi paket,” ujarnya.


