DPRD Bontang Minta Pemkot Buat Data Anak Autisme

BONTANG- Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Saeful Rizal curiga angka pengidap Autisme tinggi. Sementara, pemerintah saat ini belum memiliki data pasti terkait pengidap autisme agar bisa dilakukan intervensi.

Kajiannya pun dijalankan komperhensif. Agar persoalan gangguan perkembangan saraf dan variasi alami cara kerja otak anak bisa ditanganin sejak dini.

“Ini yang buat heran yah. Di lingkungan rumah saja ada yang autisme. Ini datanya harus ada. Kami minta Pemkot Bontang agar bisa mendata,” ucap Saeful.

Lebih lanjut, Pemkot Bontang juga harus bisa mencari faktor penyebab utama tumbuhnya Autisme di daerah. Karena jika tidak ditanganin segera bisa semakin berkembang dan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Mendiagnosis Autisme juga banyak prosedur yang dijalani. Untuk itu Pemkot Bontang harus bisa bekerja ekstra. Agar bisa dilakukan pencegahan segera.

DPRD juga meminta agar ada edukasi ke warga. Agar anak penderita Autisme ini bisa tetap mendapatkan kesempatan yang sama. Tidak justru mendapatkan diskriminasi.

“Bisa jadi kan ada dampak industrialisasi. Atau ada masalah tata kelola lingkungan. Ini harus dicarikan akar masalahnya,” sambungnya.

Di lokasi yang sama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Sabaruddin mengatakan, untuk di Autis Center ada 19 anak yang mengikuti terapi.

Mereka pun didampingi oleh 1 terapis untuk mengejar ketertinggalan tumbuh kembang anak. Perhatian lebih pun dilakukan. Dengsn menjadwal peserta mendapatkan pelayanan.

“di PLA ini ada 19 peserta. Jadi kami dampingi. Kalau kajian mungkin kami setuju tapi itu bukan kewenangan di Disdikbud,” kata Sapar.

Berita Terkait

Most Popular