KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, bersama Wakil Ketua DPRD Kukar Aini Farida, dan sejumlah anggota dewan meninjau lokasi kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Senin (5/10/2026).
Selain melihat kondisi warga terdampak, rombongan DPRD Kukar menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran yang terjadi pada Senin sore tersebut berdampak terhadap 63 rumah dan sekitar 75 kepala keluarga (KK).
Musibah itu membuat warga harus menghadapi kerugian material, termasuk kehilangan tempat tinggal dan barang-barang yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian DPRD Kukar terhadap kondisi warga sekaligus upaya memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Ahmad Yani menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga Kelurahan Melayu. Ia menilai kebakaran tersebut bukan hanya menjadi persoalan bagi keluarga yang terdampak langsung, tetapi juga merupakan duka bersama bagi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Meninjau langsung kejadian kebakaran dan tentu ini menjadi duka kita semua, menjadi duka masyarakat Kutai Kartanegara,” ujar Ahmad Yani saat berada di lokasi kejadian.
Menurutnya, kehadiran jajaran DPRD di tengah masyarakat merupakan bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi warga yang sedang berupaya menghadapi dampak kebakaran.
Dalam situasi seperti ini, perhatian dan bantuan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Bantuan sembako diserahkan secara simbolis oleh rombongan DPRD Kukar. Meski bersifat bantuan awal, Ahmad Yani berharap dukungan tersebut dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok warga selama masa pemulihan pascakebakaran.
Ahmad Yani Dorong Evaluasi Penanganan Kebakaran
Selain menyalurkan bantuan, Ahmad Yani menyoroti pentingnya evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
Menurutnya, peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang mendukung pencegahan maupun penanganan kebakaran. Ketersediaan fasilitas yang memadai dinilai penting untuk meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan ketika keadaan darurat terjadi.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi permukiman secara menyeluruh, termasuk akses jalan, kemudahan mobilitas petugas, serta ketersediaan sarana pendukung penanggulangan kebakaran.
“Ke depan, Insyaallah, semoga ini bisa kita evaluasi kembali supaya betul-betul fasilitas pemerintah juga bisa melengkapi semua permukiman sesuai dengan kebutuhannya,” tuturnya.
Ahmad Yani menjelaskan, aksesibilitas menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penanganan kebakaran. Jalan lingkungan yang memadai dapat membantu petugas menjangkau lokasi kejadian dengan lebih mudah, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan permukiman yang memiliki akses terbatas.
“Termasuk misalnya jalan yang kira-kira memang ketika terjadi kebakaran itu aksesnya mudah, termasuk juga fasilitas-fasilitas terkait dengan sarana pencegahan kebakaran,” jelasnya.
Menurutnya, upaya penanggulangan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika kejadian berlangsung. Kesiapan infrastruktur, sarana pencegahan, dan dukungan fasilitas di lingkungan permukiman juga perlu menjadi perhatian agar potensi risiko dapat diantisipasi sejak awal.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan pembangunan dan peningkatan fasilitas publik, terutama di kawasan yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran.
Ajak Masyarakat Bergotong Royong Bantu Korban
Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk turut membantu warga terdampak.
Menurutnya, pemulihan pascakebakaran membutuhkan kepedulian bersama karena warga tidak hanya menghadapi kerugian material, tetapi juga harus kembali memenuhi kebutuhan dasar dan menata kehidupan mereka.
“Kita secara simbolis memberikan bantuan sembako, apa adanya, ala kadarnya dari seluruh anggota DPRD. Upaya ini menjadi contoh kepada masyarakat kita yang kira-kira punya rezeki berlebih, tolong sama-sama datang ke tempat ini untuk meringankan beban masyarakat kita yang terkena dampak,” pungkasnya.
Ia berharap semangat gotong royong dapat mendorong semakin banyak pihak untuk berpartisipasi membantu korban, baik melalui bantuan bahan pangan, pakaian, kebutuhan rumah tangga, maupun dukungan lain yang diperlukan selama masa pemulihan.
Solidaritas masyarakat dinilai penting agar warga terdampak tidak menghadapi situasi tersebut sendirian. Dukungan yang diberikan secara bersama-sama diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Yani didampingi Aini Farida serta sejumlah anggota DPRD Kukar, yakni Sopan Sopian, Muhamad Idham, Hirendra, Tufik Ridiannur, Fadlon Nisa, Anisa Mulia Utami, Hamdiah, Sri Muryani, dan Hj. Mitfaul Janah.
Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DPRD Kukar, Lukman, S.Sos., M.Si., Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kukar, Nurhayati Touristiany, serta sejumlah staf Sekretariat DPRD Kukar.
Melalui peninjauan dan penyerahan bantuan tersebut, DPRD Kukar berharap kebutuhan mendesak warga terdampak dapat terbantu. Di sisi lain, musibah ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan fasilitas penanggulangan kebakaran, serta membangun kepedulian sosial agar masyarakat dapat bangkit dan menjalani proses pemulihan dengan dukungan berbagai pihak.


