Industri Kreatif dan Manufaktur Didorong Perluas Lapangan Kerja di Samarinda

SAMARINDA – Industri kreatif, manufaktur, usaha rumahan, dan UMKM disiapkan sebagai sumber pertumbuhan serta lapangan kerja baru di Kota Samarinda. Pengembangannya tidak boleh hanya berfokus pada perusahaan berskala besar.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan penguatan ekonomi harus menjangkau pelaku usaha dari tingkat mikro hingga industri yang memiliki kapasitas lebih besar.

“Tugas kita sekarang memastikan usaha mikro hingga usaha besar benar-benar berkembang,” ujar Helmi, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, perkembangan usaha harus terlihat melalui peningkatan produksi, perluasan pasar, dan bertambahnya kesempatan kerja. Program pemerintah tidak cukup hanya tercantum dalam dokumen perencanaan.

“Sektor inilah yang harus kita perkuat untuk menopang PAD ke depan,” sambungnya.

Industri kreatif mempunyai peluang tumbuh dari kemampuan, gagasan, dan produk masyarakat. Jenis usaha ini dapat berkembang tanpa selalu membutuhkan lahan dalam skala besar.

Sektor manufaktur dapat memperkuat kegiatan produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah barang. Pertumbuhannya berpeluang menciptakan rantai ekonomi dari penyediaan bahan, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran.

Industri rumahan dan UMKM mempunyai peran langsung terhadap penghasilan keluarga. Ketika usaha berkembang, manfaatnya dapat dirasakan melalui pembukaan pekerjaan di lingkungan masyarakat.

Namun, pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Bantuan sesaat tidak cukup apabila tidak diikuti peningkatan kualitas produk dan kemampuan mengelola usaha.

Akses pemasaran menjadi salah satu kebutuhan utama. Produk lokal perlu dipertemukan dengan pasar agar pertumbuhan kapasitas produksi mempunyai kepastian penyerapan.

Pemerintah juga perlu meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri supaya peserta memiliki kompetensi yang dapat digunakan dalam dunia kerja.

Iklim usaha yang mendukung turut menentukan keberhasilan. Kepastian menjalankan usaha, akses informasi, dan peluang membangun kemitraan akan memengaruhi kemampuan pelaku ekonomi bertahan.

Helmi mengakui perubahan struktur ekonomi membutuhkan proses. Ketergantungan panjang Kalimantan Timur terhadap sektor pertambangan tidak dapat digantikan hanya melalui satu program atau satu tahun anggaran.

Transisi tersebut memerlukan perencanaan matang, inovasi, serta konsistensi kebijakan. Program pemberdayaan harus dijalankan hingga pelaku usaha mampu tumbuh secara mandiri.

Kerja sama pemerintah, DPRD, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat juga diperlukan. Masing-masing dapat berperan dalam menyiapkan tenaga kerja, memperbaiki mutu produk, memperluas pasar, dan membuka investasi.

Apabila industri kreatif, manufaktur, usaha rumahan, dan UMKM tumbuh secara konsisten, Samarinda dapat memperluas lapangan kerja sekaligus membangun basis PAD yang lebih beragam. Kota Tepian pun berpeluang memperkuat identitas sebagai pusat ekonomi kreatif dan produksi perkotaan. (Adv)

Berita Terkait

Most Popular