KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengkaji kebutuhan layanan bus sekolah di setiap kecamatan sebelum memperluas penyediaannya. Langkah ini dilakukan agar fasilitas transportasi pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar telah mendistribusikan sembilan unit bus sekolah. Selain itu, satu unit bus tambahan dari Kementerian Perhubungan direncanakan dikirim ke Kecamatan Sanga-Sanga.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan perluasan layanan bus sekolah tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat ketersediaan armada. Pemerintah perlu memastikan fasilitas tersebut benar-benar dibutuhkan dan dapat menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap kecamatan memiliki kebutuhan sarana dan prasarana yang berbeda. Karena itu, penentuan jenis bantuan maupun fasilitas yang akan diberikan harus didasarkan pada hasil analisis kebutuhan di lapangan.
“Kalau memang bus sekolah dibutuhkan di suatu kecamatan, tentu akan kita implementasikan sesuai kebutuhan. Namun, jika tidak diperlukan, kita bisa mengarahkan dukungan pada fasilitas lain yang lebih dibutuhkan masyarakat,” kata Aulia, Rabu (28/10/2026).
Aulia menjelaskan, analisis tersebut menjadi bagian dari tugas O.rganisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pemerintah daerah akan berdiskusi dengan OPD untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas sebelum menentukan kebijakan pengadaan maupun pengembangan layanan.
Ia menegaskan, penyediaan fasilitas publik harus mempertimbangkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Dengan demikian, program pemerintah dapat berjalan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Selain persoalan ketersediaan armada, operasional bus sekolah juga menghadapi tantangan terkait pemenuhan bahan bakar dan pembiayaannya. Aspek tersebut turut menjadi pembahasan pemerintah daerah agar layanan transportasi bagi pelajar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Aulia menyebutkan, Pemkab Kukar telah membicarakan kemungkinan dukungan pembiayaan bahan bakar bersama Forum Tanggung jlJawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Melalui skema tersebut, perusahaan diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung operasional bus sekolah, sehingga pelayanan transportasi bagi pelajar bisa terus dikembangkan.
“Kemarin kita sudah berdiskusi dengan forum TJSL. Ada kemungkinan kebutuhan bahan bakar ini didukung oleh pihak perusahaan, sehingga mereka juga bisa memberikan kontribusi nyata untuk mendukung keberlangsungan sektor pendidikan,” pungkasnya. (Adv)


