KALTIMNUSANTARA.COM- Memastikan prosesi Belimbur yang menjadi rangkaian puncak Pesta Erau Adat Pelas Benua berjalan sesuai aturan. Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) pun mengeluarkan imbauan.
Diketahui, prosesi Belimbur merupakan ritual terakhir sekaligus penanda berakhirnya perayaan Erau. Belimbur adalah proses upacara adat yang dilakukan untuk menyucikan diri Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dari pengaruh jahat.
Dan Ritual ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh rakyat Kukar untuk mendapatkan penyucian dan perlindungan diri. Karena secara makna sakralnya adalah untuk mendapatkan keberkahan, keselamatan, dan terhindar dari malapetaka.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, pun berharap pelaksanaan tradisi pesta adat ini berjalan lancar tanpa ada berita-berita miring usai pelaksanaan belimbur.
“Kita minta seluruh masyarakat untuk patuh terhadap imbauan Sultan Kutai Aji Muhammad Arifin, agar prosesi sakral ini benar-benar berjalan tanpa hambatan dan kabar-kabar buruk setelahnya,” tegas Rendi.
Sejumlah petugas pun bakal disiagakan disejumlah titik lokasi belimbur. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya aksi menyiram air yang menyalahi tata krama.
“Ayo semua warga bersama-sama menjaga kesakralan prosesi belimbur ini. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Kukar memang berbudaya,” pungkasnya. (ADV)


