
Samarinda — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kian serius membangun ekosistem olahraga berkelanjutan dengan menaruh fokus besar pada pembinaan atlet usia dini. Salah satu langkah konkretnya adalah penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Renang Usia Dini, yang tak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan bagian dari sistem pelatihan jangka panjang.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menegaskan bahwa Kejurprov bukan semata-mata soal perolehan medali, tetapi lebih pada pembangunan mental, semangat, dan karakter kompetitif sejak usia dasar.
“Ajang ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang membangun mental bertanding sejak dini. Karena dari sinilah muncul atlet-atlet yang nantinya mengharumkan nama Kaltim di kancah nasional,” tegas Agus, , Minggu (29/6/25).
Kejuaraan yang digelar di Kolam Renang Putri Junjung Buyah, Tenggarong, pada Sabtu, 22 Februari 2025 lalu itu, menjadi magnet bagi ratusan atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. Selain menjadi panggung adu kecepatan di air, kejuaraan ini juga mempertemukan bibit-bibit potensial untuk masuk dalam radar pembinaan jangka panjang.
Dispora Kaltim menyatakan bahwa pelaksanaan Kejurprov ini merupakan bagian dari sistem pelatihan berjenjang yang disusun secara sistematis bersama Pengprov Akuatik Indonesia dan KONI Kaltim. Sinergi antar-lembaga ini menjadi kunci agar talenta yang muncul bisa terus terasah dan terarah.
“Kejurprov ini merupakan salah satu fase penting dalam peta jalan pembinaan atlet usia muda, yang nanti akan bermuara pada ajang nasional seperti POPDA dan POPNAS,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran kompetisi rutin dan terstruktur sangat dibutuhkan agar pembinaan tak terputus, sekaligus menjadi alat ukur perkembangan atlet dari waktu ke waktu.
Dengan pendekatan pelatihan bertahap, Dispora Kaltim berharap akan lahir generasi atlet yang tidak hanya kompeten di level lokal, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Fokus utama kami adalah membentuk ekosistem pelatihan yang berkelanjutan. Karena prestasi besar tidak lahir secara instan, tetapi dari proses panjang yang dimulai sejak usia dini,” tutup Agus.(ADV)