Baru Dilantik, Muhammad Aswar Pilih Mundur dari DPRD Bontang untuk Maju di Pilkada 2024

Loading

KALTIMNUSANTARA.COM- Muhammad Aswar, anggota DPRD Kota Bontang dari Partai Gelora, baru saja dilantik untuk masa jabatan 2024-2029 pada Kamis, 15 Agustus 2024.

Namun, masa jabatannya sebagai wakil rakyat akan berakhir dalam waktu singkat. Aswar memutuskan untuk mundur dari kursinya di parlemen guna mengikuti Pilkada 2024 sebagai calon Wakil Wali Kota Bontang, mendampingi Najirah.

Meskipun hanya akan bertugas selama satu bulan, Aswar menegaskan akan memanfaatkan waktu tersebut semaksimal mungkin.

“Tidak masalah, walaupun singkat saya akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan meninggalkan kesan yang baik,” ujarnya.

Ia berkomitmen menjalankan fungsi legislatif, penganggaran, dan pengawasan dengan baik, meski waktunya terbatas. Menurutnya, pengabdian di legislatif atau eksekutif sama pentingnya.

Aswar mengaku tidak merasa terbebani dengan keputusannya untuk mundur. Ia menyatakan bahwa peralihan peran dari legislatif ke eksekutif bukanlah hal yang sulit.

“Saya bukan siapa-siapa dari awal, jadi tidak masalah jika harus mundur,” katanya dengan nada ringan.

Rencananya, Aswar akan menyerahkan surat pengunduran diri sebelum mendaftar ke KPU untuk Pilkada 2024. Menurut aturan, pengunduran diri dari jabatan legislatif adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon kepala daerah.

Selama menunggu proses pendaftaran, Aswar akan tetap berkantor dan menjalankan tugas sebagai anggota DPRD.

Ia pun menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak akan mengganggu tugas dan tanggung jawab yang masih harus diselesaikan.

Posisi Aswar di DPRD nantinya akan digantikan oleh Arfian Arsyad, kader Partai Gelora yang memperoleh suara terbanyak setelahnya. Arfian diharapkan dapat melanjutkan tugas Aswar dalam menjalankan amanat rakyat.

Keputusan Aswar untuk mundur dari DPRD dan maju di Pilkada adalah langkah strategis yang diyakini dapat membawa perubahan bagi Kota Bontang. Dengan pengalaman singkatnya di DPRD, Aswar berharap dapat memberikan kontribusi lebih besar di eksekutif jika terpilih nanti.

Langkah Aswar ini mencerminkan tekad dan semangatnya untuk berkontribusi lebih bagi Kota Bontang, meski harus berpindah jalur dari legislatif ke eksekutif.

“Mumpung masih panas mesinnya,” ujarnya bercanda.

Berita Terkait

Most Popular