
BONTANG – Proyek pembangunan pabrik Soda Ash milik Pupuk Kaltim diproyeksikan menjadi salah satu penyumbang terbesar retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Kota Bontang dalam beberapa tahun mendatang. Sejumlah izin memang telah terbit, namun masih ada banyak tahapan pembangunan yang akan membutuhkan perizinan lanjutan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan kontribusi retribusi PBG saat ini masih didominasi oleh sektor industri berskala besar. Dibandingkan perizinan bangunan milik masyarakat maupun pelaku usaha kecil, nilai yang dihasilkan dari proyek investasi jauh lebih besar.
“Sebagian besar penerimaan berasal dari kegiatan investasi perusahaan. Nilainya tentu berbeda jika dibandingkan dengan pembangunan rumah atau usaha skala kecil,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, proyek Soda Ash masih berada pada tahap awal pembangunan sehingga potensi penerimaan daerah dari sektor tersebut belum sepenuhnya terlihat. Dalam waktu ke depan, masih akan ada sejumlah permohonan izin yang diajukan seiring perkembangan proyek.
“Prosesnya masih berlanjut. Beberapa dokumen perizinan sedang disiapkan dan kemungkinan masih ada cukup banyak izin yang akan masuk hingga seluruh rangkaian pembangunan selesai,” ujarnya.
Menurut Aspiannur, fase pembangunan fasilitas utama pabrik akan menjadi momentum yang paling berdampak terhadap peningkatan penerimaan retribusi daerah. Nilai bangunan yang besar membuat kontribusi PBG diperkirakan meningkat tajam.
“Ketika konstruksi fasilitas inti dimulai, potensi penerimaan akan jauh lebih besar dibandingkan izin-izin yang sudah terbit saat ini,” terangnya.
Selain proyek Soda Ash, sejumlah pembangunan fasilitas industri lainnya juga diperkirakan turut menambah pendapatan daerah. Namun, kontribusinya dinilai tidak sebesar proyek strategis yang saat ini tengah berjalan.
DPMPTSP juga telah memetakan sejumlah rencana investasi yang akan direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan. Data tersebut menjadi dasar dalam menyusun proyeksi penerimaan daerah dari sektor perizinan.
“Gambaran investasi yang akan masuk sudah mulai terlihat. Dari situ, kami bisa memperkirakan potensi pendapatan yang mungkin diperoleh daerah pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.