TENGGARONG – Kemandirian desa bukanlah wacana kosong di Loa Raya. BUMDes Makmur Raya, yang kini menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tengah bersiap memperluas cakupan bisnisnya.
Setelah sukses menstabilkan pasokan pakan ikan untuk petani keramba, kini mereka menyasar potensi yang tak kalah menjanjikan: batu padas.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyatakan bahwa langkah ini diambil bukan semata untuk mengejar keuntungan ekonomi, tapi sebagai bagian dari visi besar membangun desa dari potensi sendiri.
“Kami ingin desa ini tumbuh karena kekuatan warganya, dari apa yang ada di sekitar kita. Batu padas ini bisa jadi jalan baru, bukan hanya untuk PADes, tapi juga pemberdayaan tenaga kerja lokal,” ujar Martin, Rabu (26/3/2025).
Model usaha BUMDes Loa Raya bukan berbasis pada eksploitasi besar-besaran, melainkan pengelolaan terukur dan partisipatif.
Pemetaan wilayah, kajian dampak lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dirancang menjadi satu kesatuan yang mendukung prinsip keberlanjutan.
Selain menyuplai kebutuhan material bangunan untuk warga Kukar, BUMDes juga akan membentuk unit produksi kecil-kecilan untuk batu padas olahan, seperti batako atau bahan dinding ringan.
Ini sekaligus memberi peluang kerja bagi warga, khususnya kelompok usia produktif dan pemuda desa.
“Dengan mengelola dari hulu ke hilir, kita tidak hanya menjual bahan mentah. Tapi juga memberi nilai tambah dan memperbesar potensi ekonomi desa,” kata Martin.
BUMDes Makmur Raya telah menjadi contoh bagaimana desa bisa memetakan kebutuhan lokal dan mengubahnya menjadi peluang usaha.
Keberhasilan unit pakan ikan sebelumnya memberi kepercayaan bahwa unit usaha baru pun akan disambut positif oleh warga.
Lebih dari itu, keberadaan BUMDes telah menginspirasi tumbuhnya semangat kewirausahaan baru di tengah masyarakat.
Martin menegaskan, tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan uang untuk desa, tapi menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan inklusif.
“Kita ingin BUMDes ini jadi ruang belajar, jadi pemantik semangat warga untuk bangkit. Kalau desa bisa mengurus kebutuhannya sendiri, kita tak lagi tergantung,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah strategis dan semangat kolaboratif, Desa Loa Raya tengah menunjukkan arah baru menuju kemandirian ekonomi. Batu padas bukan sekadar komoditas—ia kini menjadi simbol kekuatan desa dalam menggali potensi dan membangun masa depan. (*


