![]()
SANGATTA – Dari gemuruh sorak penonton hingga kilau warna-warni busana adat, Kirab Budaya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2025 menyajikan beragam kearifan lokal, dari mulai Burung Enggang yang gagah hingga Kembang Janggut yang sarat makna, sebagai refleksi nilai, tradisi, dan filosofi masyarakat Kutai.
Mengusung tema besar “Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, didampingi Ketua DPRD Kutim Jimmi, Asisten Administrasi Umum Sudirman Latif, para kepala perangkat daerah, serta Forkopimda Kutim. Sorak semangat “Bersama kita tangguh, bersatu kita hebat!” menambah meriahnya kirab yang menjadi panggung kreativitas budaya terbaik. Ribuan masyarakat pun memadati Jalan Jenderal Sudirman, menyaksikan rangkaian seni budaya.
Salah satu penampilan paling mencuri perhatian datang dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, yang menyajikan busana adat khas Kutai mulai dari Baju Takwo, Baju Pengantin Kutai Setempik, Baju Sakai, Baju Pengantin Kebesaran Kesultanan Kutai (Baju Kustin), hingga Baju Anta Kusuma (Pengantin Kutai Kuning). Bapenda juga menghadirkan busana kreasi bertema kehidupan masyarakat Kutai yang sarat makna filosofis.
Busana-busana ini memuat simbol-simbol kuat daerah, seperti Burung Enggang yang melambangkan kegagahan dan kekuatan magis, Burung Ruai sebagai simbol keindahan dan kelincahan perempuan Kutai dan Dayak, serta Kembang Janggut yang dulu menjadi buket pengantin adat Kutai. Elemen khas lainnya, seperti Gula Habang dan tiga danau indah di Kalimantan Timur—Semayang, Melintang, dan Jempang—turut menghiasi konsep busana dan properti Bapenda.
“Melalui penampilan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian adat dan budaya dapat disampaikan dengan cara kreatif dan edukatif, sekaligus mendukung visi Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” ungkap salah satu perwakilan Bapenda.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim menambah semarak dengan tema “Kutim Siap Memberikan Prestasi Gemilang di Porprov VIII Tahun 2026 – Barometer Olahraga di Kalimantan Timur dan Pemuda Mandiri Ketahanan Pangan.” Atlet dari berbagai cabang olahraga berprestasi serta atlet muda KORMI menampilkan permainan tradisional seperti Gasing, Belogo, dan Enggrang, disusul penampilan atlet cilik Push Bike dan sepak bola usia dini yang memukau penonton.
Pemuda dari KNPI dan Organisasi Kepemudaan lainnya turut membawa pesan kebersamaan dan ketahanan pangan mandiri. “Kami, para pemuda Kutim, siap berkarya dan berprestasi untuk membawa nama daerah ke tingkat lebih tinggi,” seru mereka.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi seluruh peserta. “Kirab Budaya ini mencerminkan keindahan keberagaman Kutim. Ini bukan ajang bersaing, melainkan panggung untuk memperlihatkan kekuatan budaya yang menyatukan kita semua,” ujarnya. (ADV/ProkopimKutim/KN)


