Home Advedtorial Dari Lahan Tambang ke Kandang Ayam: Inovasi Pangan Berkelanjutan di Kutim

Dari Lahan Tambang ke Kandang Ayam: Inovasi Pangan Berkelanjutan di Kutim

KUTAI TIMUR – Lahan bekas tambang milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) kini menjelma menjadi kandang ayam kolektif. Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), KPC enghadirkan solusi konkret terhadap persoalan ketahanan pangan lokal lewat budidaya ayam pullet oleh warga Sangatta.

Ayam pullet, yakni ayam betina muda siap bertelur, menjadi ujung tombak program yang melibatkan Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sangatta (APAPS), DTPHP Kutim, dan KPC. Budidaya ayam pullet dipilih karena dinilai lebih cepat produktif dan efisien untuk mempercepat suplai telur. Kolaborasi ini diharapkan dapat memutus ketergantungan pada pasokan telur dari luar daerah.

Di tempat yang sebelumnya hanya menyisakan jejak tambang, kini tumbuh harapan baru melalui aktivitas peternakan yang ramah lingkungan, berbasis pemberdayaan masyarakat, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi desa dengan memberdayakan sumber daya lokal secara optimal.

“Kami ingin mengubah paradigma, bahwa swasembada bisa dimulai dari desa,” ujar Nugroho Dewanto dari KPC. Selain kandang, KPC juga tengah membangun Mini Feedmill untuk produksi pakan lokal, yang akan menekan biaya produksi para peternak.

Dyah Ratnaningrum dari DTPHP menyebut kebutuhan telur di Kutim mencapai 80 ribu butir per bulan, namun 70 persennya masih bergantung pada distribusi eksternal. “Program ini menjawab kebutuhan jangka panjang, dan memberi peluang usaha bagi rumah tangga,” katanya.

Setiap peserta menerima pelatihan, bibit ayam, dan pakan awal. Lebih dari sekadar beternak, mereka belajar manajemen usaha. Bahkan ada rencana sinergi dengan program ketahanan pangan Polres Kutim untuk penyediaan jagung sebagai bahan baku pakan.

Jika sukses, model ini akan dikembangkan ke kecamatan lain. Tak hanya menjawab kebutuhan dapur, budidaya ayam pullet juga membuka jalan baru menuju kemandirian pangan berbasis masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Exit mobile version