Dari Pesantren hingga Palestina, BAZNAS Kutim Salurkan Zakat untuk Kemanusiaan Tanpa Batas

Loading

SANGATTA – Tak hanya menjadi pelopor digitalisasi zakat di Kalimantan Timur, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) juga menegaskan komitmennya dalam menyalurkan zakat untuk kemanusiaan tanpa batas. Dari membantu pondok pesantren hingga menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina, BAZNAS Kutim terus memperluas jangkauan manfaat zakat yang dikelolanya.

Ketua BAZNAS Kutim, Masnip Sofwan, menjelaskan capaian lembaga yang dipimpinnya tidak terlepas dari penerapan sistem digitalisasi yang konsisten sejak 2022. Seluruh proses pengelolaan zakat kini telah dilakukan secara digital, mulai dari pengumpulan hingga penyaluran.

“Pengumpulan zakat dari para muzakki dilakukan melalui rekening resmi BAZNAS yang diatur dalam Peraturan Bupati. Begitu pula dengan penyaluran, kami transfer langsung ke rekening para mustahik. Kalau ada yang belum punya rekening, kami bantu fasilitasi pembuatannya,” ungkap Masnip.

Digitalisasi ini, lanjutnya, memberikan efisiensi luar biasa. Jika dulu penerima zakat harus datang ke kantor BAZNAS untuk mengambil bantuan, kini zakat bisa langsung diterima di rekening masing-masing mustahik.

Sepanjang 2024, BAZNAS Kutim berhasil menghimpun zakat sebesar Rp18,7 miliar, mayoritas dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Masnip optimistis jumlah tersebut akan meningkat hingga Rp25 miliar pada 2025, seiring bertambahnya ASN baru seperti PPPK dan CPNS, serta potensi perluasan pengumpulan ke sektor swasta.

“Yang penting, dana zakat yang dikumpulkan tersalurkan utuh. Pengelola BAZNAS tidak digaji dari dana zakat, tapi dari hibah pemerintah daerah,” tegasnya.

Penyaluran zakat BAZNAS Kutim mencakup berbagai bidang. Salah satunya, bantuan rutin untuk pondok pesantren. “Misalnya satu pesantren menampung 100 mustahik, mereka bisa mendapat bantuan Rp10 juta per bulan,” jelasnya.

Tak hanya di sektor pendidikan dan sosial, BAZNAS Kutim juga bergerak cepat dalam aksi kemanusiaan. Lembaga ini menyalurkan Rp3 miliar bagi 450 kepala keluarga korban kebakaran di Sangkulirang, serta Rp50 juta untuk bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Masnip menegaskan, seluruh aktivitas BAZNAS Kutim dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Laporan keuangan disampaikan secara berkala kepada Pemkab Kutim, DPRD, dan Pemprov Kaltim, serta dipublikasikan melalui media sosial resmi BAZNAS Kutim.

“Zakat bukan hanya soal kewajiban agama, tapi juga sarana membangun solidaritas kemanusiaan. Dari pesantren di Kutim hingga saudara-saudara kita di Palestina, semangatnya satu: menebar manfaat tanpa batas,” tutupnya. (ADV/ProkopimKutim/KN)

Berita Terkait

Most Popular