TENGGARONG – Dulu, malam di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, hanya disinari lampu pelita dan generator seadanya. Kini, suasana berubah. Jalan-jalan desa yang dulunya gelap kini terang benderang, rumah-rumah mulai dihiasi perangkat elektronik, dan senyum warga merekah menyambut babak baru kehidupan mereka.
Perubahan itu terjadi berkat peresmian listrik komunal oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, pada Minggu (16/3/2025). Melalui program Terang Kampungku, pemerintah daerah menghadirkan akses listrik yang selama ini hanya menjadi impian bagi banyak warga desa.
“Ini bukan sekadar peresmian infrastruktur. Ini adalah titik balik,” ucap Edi Damansyah saat memberikan sambutan di tengah antusiasme warga yang berkumpul.
“Listrik mengubah ritme kehidupan. Anak-anak bisa belajar di malam hari, para ibu bisa mengolah hasil panen dengan alat modern, dan komunikasi antardesa menjadi lebih lancar.”
Hadirnya listrik telah membuka banyak peluang bagi warga. Salah satunya adalah Siti Rahmah, ibu rumah tangga yang kini bisa menjalankan usaha kecil membuat kue dengan bantuan oven listrik.
“Biasanya saya hanya bisa produksi terbatas. Sekarang, bisa lebih banyak dan cepat. Bahkan, rencananya saya mau pasarkan lewat media sosial,” katanya, penuh semangat.
Warga lainnya, Adi, seorang pemuda desa, mulai membuka jasa servis elektronik sederhana. Ia mengaku selama ini harus ke kota untuk bekerja, namun kini peluang justru hadir di kampung sendiri.
“Saya nggak perlu merantau lagi. Sekarang bisa usaha di sini, listriknya sudah masuk,” ujarnya.
Bupati Edi menyampaikan bahwa hadirnya listrik juga menjadi jembatan menuju digitalisasi desa. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, terutama bagi generasi muda, untuk membangun ekonomi lokal dan membuka peluang kerja baru.
“Dengan listrik, kita bisa wujudkan sistem informasi desa yang aktif, pengelolaan keuangan desa yang transparan, hingga layanan pendidikan berbasis digital,” jelasnya.
Selain listrik, pembangunan sistem air bersih juga terus dikebut. Meski masih dalam tahap akhir penyelesaian, warga mulai merasakan dampak kehadirannya. Air yang dulu harus ditimba dari sungai kini sebentar lagi akan mengalir langsung ke rumah-rumah.
“Air bersih dan listrik adalah pondasi hidup yang layak. Pemerintah ingin memastikan tak ada lagi warga Kukar yang tertinggal hanya karena infrastruktur dasar tidak tersedia,” tambah Edi.
Bagi pemerintah, kemajuan Desa Tani Baru adalah simbol dari komitmen besar dalam membangun desa dari pinggiran. Visi Kukar Idaman bukan hanya slogan, melainkan langkah nyata untuk menutup kesenjangan antarwilayah.
Masyarakat pun diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penjaga. Pemeliharaan fasilitas secara mandiri oleh warga menjadi kunci agar pembangunan ini bisa berkelanjutan.
“Lampu-lampu ini akan terus menyala jika kita rawat bersama. Ini bukan hanya tentang masa kini, tapi warisan untuk anak cucu kita,” pungkas Edi.
Kini, Desa Tani Baru bersinar. Dan di balik sinar lampu-lampu itu, menyala pula harapan baru: bahwa kehidupan yang lebih baik memang mungkin, asal ada komitmen, keberanian untuk berubah, dan semangat gotong royong.


