
BONTANG– Tahun ajaran 2025 – 2026 akan memasuki babak akhir. Biasanya sekolah menyiapkan acara untuk perpisahan peserta didik baik dari jenjang SD dan SMP.
Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan melarang sekolah mengagendakan perpisahan yang membuat wali murid meras terbebani dalam konteks iuran.
Menurutnya prosesi perpisahan cukup diagendakan dalam kota dsn tidak berlebihan. Menurutnya ajang perpisahan seremonial tidak wajib di jalan kan mengingat para wali murid harus mempersiapkan anaknya masuk sekolah ke jenjang lebih tinggi.
“Kami ingatkan agar sekolah tidak memberatkan wali murid. Perpisahan itu hanya seremonial. Setidaknya dilakukan dengan sederhana saja,” ucap Abdu Safa Muha.
Lebih lanjut, pihak sekolah lebih mengedepankan motivasi para peserta didik agar tidak putus sekolah. Anak-anak lebih diajarkan semangat untuk melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi.
Terlebih di Bontang untuk akses sekolah SD dan SMP Negeri gratis selama proses belajar dan mengajar. Kemudahan mendaftarkan diri ke jenjang yang lebih tinggi juga sudah sangat dipermudah.
“Jadi semua anak harus sekolah tidak boleh ada yang berhenti di tengah jalan,” pungkasnya.