Disdikbud Ingatkan Pengawasan Orang Tua Terkait Penggunaan Gawai Pada Anak

BONTANG– Wali Murid di Bontang diminta untuk mengawasi anaknya agar tidak terpapar candu pada Gim Daring. Bahaya penggunaan gawai berlebihan akan mengurangi konsentrasi anak dalam belajar.

Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengaku peran orang tua sangat penting dalam membatasi penggunaan gawai di rumah. Terlebih era transformasi digital terus berkembang dengan pesat.

Lebih baik anak diajak untuk bersosialisasi dengan lingkungan atau bermain dengan alam. Cara ini ideal untuk memacu sensorik berfikir anak agar bisa dengan mudah menyerap ilmu dalam belajar.

Kebijakan Diskominfo dan Digitalisasi membatasi Gim Daring dari jangkauan anak dibawah umur turut diapresiasi. Karena hal itu bisa menutup ruang bagi anak bermain gawai.

“Penting kita sadari keberadaan ponsel itu bisa jadi positif dan negatif. Anak lebih baik dijauhkan terlebih dahulu dari Gim Daring,” ucap Abdu Safa Muha, Minggu (12/4/2026).

Lebih lanjut, pada pengembangan minat dan bakat anak di sekolah akan diberikan pelatihan. Agar bisa mengalihkan pikiran mereka untuk bermain gim daring.

Semisal para siswa diajak mengikuti ekstrakurikuler yang tersedia di masing-masing sekolah. Cara ini dinilai ampuh untuk melatih anak dalam pengembangan potensi non akademik.

Sementara dari sisi akademik anak bisa digabungkan dalam kelompok belajar diluar jam sekolah. Komunitas ini mampu memacu kepintaran anak agar belajar lebih giat.

“Banyak cara untuk mengalihkan. Tinggal orang tua pintar-pintar mengaturnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Most Popular