Dispora Dorong Pemuda Manfaatkan Medsos untuk Perkembangan Diri

Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mengajak generasi muda untuk mulai mengubah pola pikir menjadi lebih terbuka, produktif, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Langkah ini dinilai penting agar pemuda Kaltim mampu menjadi pelaku aktif dalam pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Analis Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara, dalam wawancara resmi di ruang kerjanya, Kamis (09/07/2025). Ia menegaskan, saat ini sudah banyak peluang yang disiapkan pemerintah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh pemuda.

“Harapan kami, pemuda di Kalimantan Timur mulai membuka diri dan mengubah mindset menjadi pemuda yang betul-betul bisa menjadi harapan bangsa,” ujar Hasbar.

Menurut Hasbar, perubahan pola pikir menjadi kunci utama untuk mendorong partisipasi aktif pemuda dalam program-program pengembangan yang telah disiapkan.

Ia menyebutkan bahwa Dispora membuka akses luas terhadap berbagai kegiatan dan pelatihan, namun inisiatif tetap harus datang dari para pemuda sendiri.

“Di Dispora, kami sudah membuka peluang seluas-luasnya. Tinggal mereka yang harus menjemput bola. Jangan hanya menunggu atau berdiam diri. Pemuda harus aktif mencari informasi,” jelasnya.

Salah satu sarana penting yang bisa dimanfaatkan adalah media sosial. Hasbar menyampaikan, hampir seluruh informasi program kepemudaan Dispora dipublikasikan melalui platform digital seperti Instagram dan Facebook. Namun, menurutnya, banyak pemuda yang justru lebih banyak menggunakan media sosial untuk hiburan daripada sebagai alat produktif.

“Semua kegiatan yang dibutuhkan oleh pemuda itu sebenarnya bisa didapat dari media sosial. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk kebaikan diri kita,” kata Hasbar.

Ia menekankan, media sosial dapat menjadi jembatan untuk membangun jejaring, promosi usaha, serta akses terhadap beasiswa atau pelatihan. Hasbar menyayangkan, sebagian besar pemuda saat ini justru lebih sering terpaku pada konsumsi konten hiburan yang tidak berdampak langsung pada pengembangan diri.

“Media sosial sering membuat kita terlena dengan hal-hal negatif. Banyak yang menggunakannya hanya untuk hiburan, padahal itu tidak berdampak secara ekonomi atau pengembangan diri,” tuturnya. (ADV)

Berita Terkait

Most Popular