SAMARINDA – Dalam upaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah meluncurkan program ambisius yang bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul).
Program ini diberi nama Grand Design Kepemudaan, yang bertujuan untuk membentuk pemuda Kaltim yang siap menghadapi tantangan global dengan kemampuan intelektual dan moral yang seimbang.
Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Bahri, program ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan pemuda agar tidak hanya memiliki prestasi di bidang akademik, tetapi juga sikap dan karakter yang kokoh.
Fokus utama dari Grand Design Kepemudaan adalah membangun pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Pendidikan memang penting, tetapi tanpa karakter yang kokoh, ilmu yang diperoleh tidak akan memberi dampak yang maksimal. Kami ingin memastikan bahwa pemuda Kaltim tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, yang akan menjadi dasar untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat,” ujar Bahri pada Jumat (15/11/2024).
Program ini dikembangkan melalui kolaborasi erat dengan Universitas Mulawarman (Unmul), yang berperan dalam merancang konsep dan implementasi program.
Tim dari Unmul melakukan riset mendalam untuk menggali kebutuhan nyata di lapangan dan merumuskan solusi yang tepat bersama dengan berbagai stakeholder terkait.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah menggali apa saja yang dibutuhkan oleh pemuda Kaltim agar mereka bisa berkontribusi lebih besar di masa depan. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kaltim untuk memastikan bahwa kebijakan pendidikan dan program pengembangan karakter ini sejalan,” lanjut Bahri.
Bahri juga menjelaskan bahwa karakter tidak hanya dapat dibentuk di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas di luar kelas yang melibatkan komunitas, olahraga, seni, dan kegiatan sosial lainnya.
Oleh karena itu, Grand Design Kepemudaan ini juga berfokus pada pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam berbagai kegiatan non-formal yang dilakukan oleh pemuda, seperti kegiatan sosial dan olahraga.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pemuda Kaltim, sejak dini, mendapatkan pendidikan yang seimbang antara pengetahuan ilmiah dan pengembangan karakter yang baik. Semua ini harus dibentuk dalam lingkungan yang mendukung, termasuk dari sekolah, keluarga, dan masyarakat,” jelas Bahri.
Setelah program ini selesai dirancang, Dispora Kaltim berencana untuk mempresentasikan Grand Design Kepemudaan kepada berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kaltim, untuk mendapatkan masukan sebelum program ini diterapkan secara luas di lapangan.
Tahun ini, Dispora Kaltim menargetkan untuk menyelesaikan desain akhir dari program ini dan berharap dapat mengimplementasikan program tersebut secepat mungkin, dimulai dari lingkungan pendidikan.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi acuan bagi sekolah-sekolah di Kaltim, tetapi juga dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan pemuda yang berintegritas dan siap bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
“Kami berharap melalui Grand Design Kepemudaan, kami dapat menciptakan pemuda yang tidak hanya siap berkompetisi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa Kaltim menuju masa depan yang lebih maju dan berbudaya,” tutup Bahri.
Dengan adanya program ini, Dispora Kaltim berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan intelektual, moral, dan sosial yang seimbang, serta siap untuk berkontribusi secara signifikan dalam membangun Kaltim dan Indonesia secara keseluruhan.(adv)


