
SAMARINDA – Dalam upaya menciptakan generasi muda yang mandiri dan kreatif, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kini menggeser fokus pembinaan kewirausahaan untuk lebih memperkuat aspek pendampingan setelah sukses meluncurkan berbagai pelatihan keterampilan.
Program ini bertujuan untuk tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk mentalitas dan keberanian dalam menghadapi tantangan dunia usaha.
Hasbar Mara, Analis Kebijakan Ahli Muda Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, mengungkapkan bahwa meskipun pelatihan kewirausahaan telah memberikan keterampilan yang dibutuhkan, kendala terbesar yang dihadapi oleh para peserta adalah keberanian untuk memulai usaha mereka.
“Kami menyadari bahwa meskipun keterampilan sudah kami berikan, banyak pemuda yang masih takut untuk memulai. Keberanian untuk mengambil langkah pertama adalah faktor penentu yang seringkali terhambat oleh keraguan diri,” ungkap Hasbar pada Selasa (12/11/2024).
Berdasarkan data yang diperoleh Dispora Kaltim, meskipun jumlah peserta pelatihan cukup banyak, hanya segelintir dari mereka yang benar-benar menerjunkan diri ke dunia bisnis.
“Dari 200 orang yang mengikuti pelatihan kewirausahaan, hanya 1 hingga 2 orang yang benar-benar memulai usaha mereka. Ini menunjukkan bahwa mentalitas dan keberanian adalah tantangan besar yang harus dihadapi,” tambah Hasbar.
Untuk mengatasi tantangan ini, Dispora Kaltim kini memperkenalkan pendekatan baru dengan memberikan pendampingan yang lebih intensif.
Pendampingan ini dirancang untuk mendampingi pemuda dalam setiap langkah mereka mulai dari ide bisnis hingga implementasi.
“Pendampingan ini bukan hanya soal memberikan arahan, tetapi juga membantu mereka mengatasi rasa takut gagal, memberi motivasi, serta memberi mereka wawasan tentang risiko yang ada dalam dunia usaha,” ujar Hasbar.
Lebih jauh lagi, Dispora Kaltim berkomitmen untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang mendukung.
Pendampingan akan menjadi bagian penting dari ekosistem ini, di mana pemuda tidak hanya diberikan keterampilan tetapi juga diberikan dukungan untuk mengatasi tantangan nyata di lapangan.
“Dengan program yang komprehensif ini, kami ingin mencetak pemuda yang tidak hanya terampil dalam mengelola bisnis, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat untuk menghadapi dinamika dan risiko dalam dunia kewirausahaan. Kami ingin mereka merasa siap dan percaya diri,” tambahnya.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan ini, Dispora Kaltim berharap dapat menciptakan lebih banyak pemuda yang memiliki usaha mandiri, sekaligus berkontribusi pada perekonomian daerah.
Diharapkan pula program ini akan melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di dunia usaha.(adv)